Sabtu, 13 Agustus 22

Ekonomi Hancur Lebur Akibat Utang, Sri Lanka Minta Bantuan Rusia

Ekonomi Hancur Lebur Akibat Utang, Sri Lanka Minta Bantuan Rusia
* Antrean panjang di tempat pengisian BBM di Sri Lanka. (AP/CNBC)

Akibat ekonomi hancur lebur akibat utang yang menumpuk, Sri Lanka terpuruk berat dan akhirnya minta bantuan Rusia. Pemerintah Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri senilai US$ 51 miliar pada April lalu dan sedang dalam pembicaraan dana talangan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Sri Lanka telah meminta bantuan Rusia untuk menyediakan bahan bakar dan melanjutkan penerbangan wisata untuk membantu negara itu mengatasi krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, Rabu (6/7/2022).

Adapun negara kepulauan itu telah mengalami pemadaman listrik selama berbulan-bulan, inflasi yang merajalela, serta kekurangan pangan dan bensin. Negara itu tak mampu lagi membiayai impor karena kehabisan uang alias bangkrut.

PM Rajapaksa mengatakan, dia telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta pasokan bahan bakar yang sangat dibutuhkan dengan pinjaman dan “dengan rendah hati” meminta dimulainya kembali penerbangan antara Moskow dan Kolombo.

“Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, dan budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara,” katanya, dikutip AFP.

Sri Lanka telah membeli sekitar 90.000 ton minyak mentah Siberia pada Mei melalui perantara di Dubai, tetapi kehabisan dolar untuk membeli lebih banyak.

Negara itu diketahui tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.

Pemerintah gagal membayar utang luar negeri senilai US$ 51 miliar pada April lalu dan sedang dalam pembicaraan dana talangan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Negara-negara Eropa, Australia, dan Amerika Serikat telah meminta warganya untuk menghindari bepergian ke Sri Lanka karena krisis yang makin dalam.

Negara ini tercatat hampir kehabisan bensin dan solar, dengan kantor-kantor pemerintah yang tidak penting dan sekolah-sekolah diperintahkan ditutup dalam upaya untuk menghemat persediaan bahan bakar yang terbatas. (CNBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.