Kamis, 18 Agustus 22

Ekonomi Buruk, Rumah PM Sri Lanka Digeruduk Mahasiswa Tuntut Mundur!

Ekonomi Buruk, Rumah PM Sri Lanka Digeruduk Mahasiswa Tuntut Mundur!
* lustrasi ribuan mahasiswa Sri Lanka menyerbu rumah PM Mahinda Rajapaksa. (RTR/CNN)

Akibat krisis ekonomi yang memburuk, rumah Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Mahinda Rajapaksa di Colombo, Minggu (24/4/2022), digeruduk ribuan mahasiswa aksi demo untuk mendesak pemimpin negara tersebut agar mrngundurkan diri.

Ketidakpuasan publik terhadap PM Mahinda dipicu pemadaman listrik berbulan-bulan, rekor inflasi, dan minimnya suplai makanan dan bahan bakar minyak (BBM). Sri Lanka pun disebut dalam kondisi krisis terburuk sejak merdeka pada 1948 silam.

Pasukan keamanan melakukan blokade-blokade jalan untuk mencegah bersatunya massa-massa demonstran dari berbagai sudut

“Anda dapat memblokade jalan, tetapi tak dapat menyetop perlawanan kami hingga seluruh [pejabat] pemerintah pulang ke rumah,” ujar salah satu mahasiswa demonstran seperti dikutip dari AFP.

Berhadapan dengan polisi yang dibekali perlengkapan antihuru-hara, para demonstran justru terlihat tak takut menghadapinya.

Mereka menggunakan topeng Guy Fawkes yang menjadi simbol pergerakan, dan beberapa poster ada yang tertulis ‘Go Home Gota’. Gota adalah nama pendek dari Presiden Gotabaya Rajapaksa–adik dari Mahinda. Kakak beradik yang menjadi presiden dan perdana menteri Sri Lanka itu diwajibkan berkemah di luar.

Sudah lebih dari dua pekan, ribuan demonstran berkemah di luar kantor Gotabaya, dan mereka meminta kakak beradik itu mundur dari puncak kekuasaan di Sri Lanka.

Perekonomian Sri Lanka mengalami kejatuhan, dan makin diperparah pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkkan sumber penerimaan negara itu dari pariwisata dan pengiriman uang.

Menteri Keuangan Ali Sabry, yang berada di Washington untuk merundingkan dana talangan IMF pada Jumat (22/4), memperingatkan bahwa situasi ekonomi di Sri Lanka kemungkinan akan semakin memburuk.

Kekinian, negara tersebut tidak mampu membiayai impor penting, yang menyebabkan pasokan beras, susu bubuk, gula, tepung terigu, dan obat-obatan terbatas, sementara inflasi yang tidak terkendali telah memperburuk kesulitan rakyat Sri Lanka. (CNNIndonesia-Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.