Minggu, 20 Januari 19

LCCT Komponen Penting untuk Capai Target 20 Juta Wisman

LCCT Komponen Penting untuk Capai Target 20 Juta Wisman
* Rapat antara Kementerian Pariwisata dengan Angkasa Pura 2 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Kamis (10/1/2019). (foto: Istemewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata tampaknya harus semakin serius menggenjot low cost carrier terminal (LCCT) atau terminal bandar udara berbiaya rendah low cost carrier airport (LCCA). Hal itu guna memenuhi target Presiden Jokowi sebesar 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019.

Keseriusan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin. Tepatnya, saat rapat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Kamis (10/1/2019).

Dari keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com pada Jumat (11/1) Arief Yahya  menyampaikan, LCCT adalah komponen penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Kalau tidak punya LCCT, target 20 juta kunjungan wisman itu tidak akan tercapai, karena jumlah Low Cost Carriers (LCC) internasional tumbuh 55 persen per tahun. Sedangkan di Indonesia sendiri LCC tumbuh sekitar 12 persen per tahun.

“Itu kurang, kita butuh di atas 20 persen untuk menggapai target. Nah, pariwisata dapat berkembang dan wisman dapat semakin banyak masuk bila aksesnya ‘dipermudah’, salah satunya melalui adanya LCCT,” ujar mantan CEO PT Telekomunikasi Indonesia ini.

LCCT akan menjadi lokasi pendaratan maskapai berbiaya rendah atau LCC. Sementara itu, Indonesia saat ini baru memiliki Terminal 1 Soetta yang fasilitasnya sudah LCCT. Namun itu juga baru untuk penerbangan domestik. Sedangkan maskapai LCC internasional tetap membayar biaya pajak dengan tarif full service carrier terminal (FSC).

Menurut pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961 ini masih banyak maskapai LCC pontensial yang belum terbang ke Indonesia. Jumlahnya sekitar 45 maskapai. Contohnya Indigo (India) Vietjet (Vietnam) yang tidak mau karena Airport chargenya mahal. Hingga saat ini AirAsia sudah komitmen.

“Di mana pun ada LCCT AirAsia siap akan terbang,” tuturnya.

Saat ini bandara yang dimungkinkan menjadi LCCT adalah Terminal 2 di Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Banyuwangi, Bandara Silangit dan Bandara Komodo di Labuan Bajo. “Kalau sudah dideklarasi menjadi LCCT, tarif penjualan tiket maskapai pun akan disesuaikan,” tutup alumni Institut Teknologi Bandung, Jurusan Teknik Elektro ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.