Senin, 29 November 21

Ekonomi AS Masih Lemah, The Fed Berhati-hati Naikkan Suku Bunga FFR

Ekonomi AS Masih Lemah, The Fed Berhati-hati Naikkan Suku Bunga FFR

Jakarta, Obsessionnew.com – Meskipun indikator konsumsi dan inflasi menunjukan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) dalam tren membaik, namun perbaikan ekonomi AS masih belum terlalu kuat.

Hal ini tercermin dari investasi nonresidensial yang masih melambat, dan kondisi pasar tenaga kerja yang belum terlalu kuat disertai ekspektasi inflasi AS ke depan yang semakin rendah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara di Ruang Konprensi Pers BI, Jakarta Kamis (16/6/2016), mengungkapkan kondisi ini diprediksikan akan mendorong The Fed untuk tetap berhati-hati dalam melakukan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR).

Hal tersebut juga berhubungan dengan pemulihan ekonomi Eropa berlangsung moderat dan dibayangi risiko Brexit, yang berpotensi menambah tekanan di pasar keuangan global.

Sementara perekonomian di Jepang juga masih lemah, terlihat dari ekspor yang menurun, konsumsi yang stagnan, serta deflasi yang meningkat. “Kondisi tersebut mendorong berlanjutnya kebijakan moneter yang akomodatif di negara-negara maju,” tuturnya.

Selain itu, perbaikan ekonomi Tiongkok kembali tertahan, tercermin dari melambatnya investasi, produksi dan konsumsi. Ada pun di pasar komoditas, harga minyak dunia bergerak naik, meskipun ke depan diperkirakan masih berada di level rendah mengingat masih tingginya pasokan di tengah permintaan yang masih lemah.

“Harga beberapa komoditas ekspor Indonesia membaik, khususnya ekspor produk utama Indonesia (CPO),” tutupnya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.