Jumat, 24 September 21

Edarkan Sabu, Istri Susul Suami ke Penjara

Edarkan Sabu, Istri Susul Suami ke Penjara
* Erni Parwati (dua dari kanan) dan Daniel Perdana saat gelar perkara kasus Narkoba yang dipimpin Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar, Senin (18/5/2015) sore. (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Meneruskan usaha suami sebagai bandar narkoba, seorang ibu rumah tangga di Putat Jaya Timur disergap Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan paket sabu seberat 4,3 gram.

Erni Parwati (34) warga Putat Jaya Timur Gg III C, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan ditangkap dirumahnya, Senin (4/5) lalu. Mantan PSK Dolly ini disergap petugas tengah tertidur usai pesta narkoba bersama seorang kurir, yakni Daniel Perdana (23) warga Wonorejo Gang III, Surabaya. Selain mengamankan barang bukti sabu, angota Satnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menyita alat hisapnya.

Menjalankan bisnis haram yang dikendalikan oleh suaminya yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Erni mengaku, dalam satu bulan dapat mengedarkan sekitar 150 gram. “Saya dapat barang (narkoba) itu dari sana (rutan), disuruh suami yang sudah masuk penjara duluan,” ungkap Erni saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (18/5/2015) sore.‎

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar mengatakan, pelaku ditangkap setelah suaminya (Julius Winarno). Peredaran barang haram tersebut diketahui hingga ke luar pulau.

“Jaringan Narkoba tersangka dan suaminya ini cukup luas, hal tersebut terbukti dari sms yang masuk ke ponselnya, ada pelanggan yang dari Sumbawa NTB,” terang Lily.

Ia menjelaskan, selama ini ibu satu anak ini mengedarkan narkoba hanya melanjutkan bisnis haram suaminya.

“Suaminya sudah mendekam di Rutan Medaeng dalam kasus yang sama. Kita sedang kembangkan , apakah pelaku mengedarkan narkoba di wilayah Surabaya dikendalikan di dalam rutan atau bukan, itu sedang kita dalami,” tambahnya.‎

Sedangkan tersangka Daniel Perdana yang turut dibekuk di tempat kos Erni, mengaku mendapat upah Rp50 ribu hingga 100 ribu untuk setiap pengiriman barang haram tersebut. “Upahnya tergantung banyaknya barang yang dikirim, selain itu saya bisa menggunakan sabu gratis,” ucapnya dengan kepala tertunduk.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman 15 tahun Penjara. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.