Minggu, 23 Januari 22

Dyandra Promosindo-YKRI Gelar Jaga Bhumi Festival di Surabaya

Dyandra Promosindo-YKRI Gelar Jaga Bhumi Festival di Surabaya

Jakarta, Obsessionnews.com – Saat ini permasalahan lingkungan hidup semakin serius. Perlu adanya gerakan dari banyak pihak untuk semakin peduli pada pelestarian lingkungan.

Hal tersebut mendorong Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI)  dan Dyandra Promosindo adalah Jaga Bhumi Festival yang akan digelar di Jalan Tunjungan, Surabaya pada 29 April 2018 mendatang.

Gerakan bertemakan “Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia”, bertujuan untuk meningkatkan peran kebun raya sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan, untuk mengembalikan kembali kejayaan alam di Indonesia.

Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia Sonny Keraf saat konferensi pers di Jakarta (12/04/2018) menjelaskan bahwa dengan adanya gerakan Jaga Bhumi diharapkan dapat mengedukasi dan mengingatkan publik untuk menanam tumbuhan dan kemudian menjaga serta melestarikannya.

“Dengan beraktivitas di ruang terbuka, selain mendapatkan kesehatan juga mendapatkan manfaat dengan mendapat udara segar dan berinteraksi dengan alam. Sehingga diharapkan masyarakat akan lebih menghargai alam dan lingkungan sekitar, bukan dengan merusaknya,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com.

Sonny Keraf menambahkan, pemilihan Kota Surabaya sebagai tempat pelaksanaan Jaga Bhumi Festival juga didasari berbagai pertimbangan, salah satunya karena konsistensi Pemerintah Kota Surabaya terhadap pelestarian lingkungan.

Kota Surabaya merencanakan pembangunan Kebun Mangrove atau Kebun Bakau terbesar di dunia dengan luas sekitar 100 hektar. Pemkot Surabaya menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) untuk merealisasikan pembangunan kebun raya tersebut. Kebun raya ini rencananya dibangun di pesisir pantai Kecamatan Gunung Anyar dan akan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia.

Sementara secara terpisah Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan bahwa lokasi kebun raya sengaja diletakkan di pantai timur Surabaya untuk melindungi kawasan tersebut dari banjir rob dan abrasi.

“Masterplan kebun raya mangrove saat ini sedang disempurnakan. Lokasi ini didesain selain menjadi kawasan konservasi alam direncanakan juga sebagai tempat penelitian ilmiah, edukasi, dan wisata. Konsepnya ramah lingkungan dan ramah sosial. Ada jembatan gantung, jogging track, waduk, kanal sampan, zona anak, hingga pusat edukasi mangrove,” tambah Risma.

Sementara iyu Direktur Program Jaga Bhumi Michael Bayu A. Sumarijanto menjelaskan, berbagai kegiatan akan berlangsung di Jalan Tunjungan Surabaya mendatang. Dengan target menghadirkan 50 ribu orang, Jaga Bhumi akan menghadirkan kegiatan seperti Fun Walk, Festival Bunga, Jaga Praja (pameran UKM dan pertunjukan komunitas), Jaga Cilik (permaian tradisional anak Indonesia, Jaga Wiyata, dan lomba mewarnai), Jaga Raga (aktivitas olahraga, zumba), Jaga Gita (pertunjukan musik) yang akan diramaikan oleh artis papan atas seperti Tipe X, White Shoes and the Couples Company dan The SIGIT, Jaga Prakasa (simbolis Kebun raya Mangrove Surabaya), Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru), dan Jelajah Bumi Komunitas Sepeda. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.