Selasa, 7 Desember 21

Duterte Ancam Terapkan Darurat Militer Jika Narkoba Marak

Duterte Ancam Terapkan Darurat Militer Jika Narkoba Marak

Manila – Presiden Filipina mengancam akan mengeluarkan perintah darurat militer jika masalah obat terlarang dan narkotika sampai pada level sangat mengkhawatirkan.

Kantor berita Reuters (15/1) melaporkan, sejak menjabat, Rodrigo Duterte, Presiden Filipina pada akhir bulan Juni 2016 lalu, salah satu janji yang ia berikan adalah perang melawan kerusakan sosial, korupsi di tengah instansi pemerintahan dan mencabut akar masalah narkotika di negara ini.

Mulai bulan Juli 2016 hingga sekarang, 6000 pemakai dan penjual obat terlarang di Filipina tewas di tangan polisi atau karena proses eksekusi ekstra yudisial. Selain itu, lebih dari satu juta penyelundup narkotika ditangkap polisi Filipina.

Rodrigo Duterte, Sabtu malam, kepada anggota Kamar Dagang kota Davao mengatakan, saya bersumpah untuk melindungi negara dari semua ancaman termasuk ancaman narkotika. “Empat juta warga Filipina terjerat masalah narkotika,” tandas Duterte seperti dilansir ParsToday, Minggu (15/1).

Ancaman Presiden Filipina untuk menerapkan darurat militer di negara itu dilakukan padahal sebulan sebelumnya ia menyebut aturan darurat militer di Filipina tidak bermakna. Ia menuturkan, kami sebelum ini sudah menyaksikan darurat militer di negara ini, namun kondisi hidup masyarakat tetap tidak berubah.

Filipina pada tahun 1970 di masa Presiden Ferdinand Marcos, sempat mengalami darurat militer selama 10 dekade dan hingga saat ini kenangan tentang perjuangan mengembalikan demokrasi dan mendukung Hak Asasi Manusia masih lekat di benak masyarakat Filipina. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.