Selasa, 7 Desember 21

Duterte Akui Bunuh Tiga Orang dengan Tangannya Sendiri

Duterte Akui Bunuh Tiga Orang dengan Tangannya Sendiri
* Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan bahwa dirinya membunuh tiga orang dengan tangannya sendiri saat menjabat sebagai Walikota Davao.

“Saya membunuh tiga orang… Saya tak tahu berapa peluru dari senjata saya yang menembus tubuh mereka. Itu memang terjadi dan saya tak bisa berdusta mengenai hal itu,” katanya kepada BBC.

Pernyataan Duterte sekaligus membantah juru bicaranya sendiri yang beberapa jam sebelumnya berusaha melindunginya dengan mengatakan bahwa pengakuan Duterte soal membunuh sendiri tersangka penjahat harus diartikan tidak secara harfiah.

Pengakuan bahwa dia membunuh langsung ini diungkapkan Senin (12/12), sebelum melakukan lawatan ke Kamboja dan Singapura, namun baru diketahui khalayak umum belakangan.

Kepada sejumlah pemimpin dunia usaha yang datang di istana, ia mengatakan: “Di Davao saya pernah melakukannya (pembunuhan itu) secara pribadi. Sekadar untuk menunjukan orang-orang (polisi) bahwa jika saya saja bisa melakukannya, mengapa mereka tidak bisa.”

“Dan saya juga biasanya mengenderai sepeda motor besar berkeliling Davao, melakukan patroli. Saya mencari masalah dan sengaja mengupayakan konfrontasi (dengan para tersangka penjahat) sehingga saya bisa membunuh (mereka).”

Duterte pernah menjabat sebagai walikota Davao selama dua periode, dan dikenal dengan reputasinya yang membasmi kejahatan dengan cara brutal, dan dituding mengerahkan pasukan pembunuh.

Di Singapura, menjawab BBC, ia berkilah tentang pembunuhan yang dilakukannya.

“Saya memang tak bisa berbohong soal itu. Tapi kalau dikatakan saya membunuh orang yang sudah berlutut, dengan tangan terikat di belakang, itu omong kosong,” katanya.

Duterte menunjukkan foto-foto para politikus yang ditudingnya berkomplot dengan para pengedar narkoba.
Duterte menunjukkan foto-foto para politikus yang ditudingnya berkomplot dengan para pengedar narkoba.

Tahun 2015, Duterte juga mengatakan pernah membunuh sedikitnya tiga orang, yang dituduh melakukan penculikan dan pemerkosaan di Davao.

Pada masa kampanyenya, Duterte memang berjanji akan membunuh para pengedar narkotika dan sejak menjadi presiden Juni 2016, diperkirakan lebih dari 5.000 orang dibunuh tanpa proses hukum.

Namun dalam pidato untuk penyerahan penghargaan kepada warga Filipina terpilih, The Outstanding Filipino Awards 2016, dia menegaskan, “Saya bukan pembunuh.” (bbc.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.