Rabu, 19 Juni 19

Dunia Boikot Produk Israel

Dunia Boikot Produk Israel
* Gerakan Boikot Israel. (ParsToday)

Made in Israel kini menjadi kendala besar bagi rezim Zionis Israel di perdagangan internasional dan baru-baru ini bukan saja Afrika Selatan memboikot seluruh produk Israel, bahkan di sejumlah negara Eropa produk ini produk seperti ini juga tidak lagi dipasarkan di toko dan pusat perbelanjaan.

Gerakan BDS, yang merupakan singkatan dari Boycotts, Divestment and Sanctions atau gerakan boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel terus disuarakan berbagai negara di dunia. Gerakan BDS memulai aktivitasnya sejak tahun 2005 dengan 171 organisasi non pemerintah Palestina (NGO).

Sanksi yang terus meningkat terhadap produk Israel merupakan hasil dari aktivitas gerakan global boikot Israel (BDS) yang ditujukan untuk menghancurkan kekuatan Tel Aviv, mengakhiri pendudukan dan pengakuan resmi terhadap hak warga Palestina.

Kini, Departemen Perdagangan Kuwait untuk pertama kalinya menarik dan menyita produk Israel yang memasuki negara ini secara ilegal. Seperti dilansir ParsToday, laporan Pusat Informasi Palestina, Departemen Perdagangan Kuwait Jumat (1/3) menyatakan, sekitar 60 jenis produk makanan Israep disita dan ditarik dari sejumlah pusat perbelanjaan Kuwait.

Seorang petinggi Kuwait menyatakan, alasan penyitaan produk ini selain produk tersebut merupakan barang selundupan, juga karena ini produk rezim Zionis Israel dan masuk dari bumi pendudukan, di mana Kuwait tidak memiliki hubungan dengannya.

Sebelumnya, pada tahun 2018 sejumlah musisi seperti Wolf Alice, Roger Waters, dan Portishead lewat akun sosial medianya melakukan seruan untuk memboikot Israel sebagai bentuk protes atas penyerangan brutal terhadap pendemo Palestina.

Dalam pernyataan sikapnya tersebut mereka beramai-ramai memasang pesan berisikan ketidak setujuannya atas perlakuan tentara Israel.

“Selama pemerintah Israel melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina, kami mendukung seruan untuk memboikot Israel sebagai bentuk protes damai melawan pendudukan yang brutal,” seperti tertulis di twitter para musisi.

Band rock alternatif asal Inggris, Wolf Alice sebelum menyatakan sikap untuk memboikot Israel, mereka sudah sejak februari lalu memperlihatkan dukungannya terhadap Palestina dengan memasang stiker bendera negara tersebut di badan gitar saat tampil di ‘triple j’.

Lainnya, mantan pemain bass band progresif Pink Floyd, Roger Waters menceritakan pengalamannya saat tampil di Lisbon, Portugal banyak kru yang mengenakan kaus solidaritas Palestina.

“Kita mungkin berada pada titik kritis, kesedihan dan kemarahan. Kita akan mengatasinya!,” tulis Roger dalam cuitannya, beberapa waktu lalu.

Dilansir dari NME, Protes para musisi tersebut adalah dampak dari terbunuhnya 52 pendemo Palestina saat menolak pemindahan Kedubes Amerika untuk Israel ke Yarusalem. Selain itu, ribuan pendemo luka-luka akibat serangan yang dilakukan tentara Israel. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.