Selasa, 18 Januari 22

Dukung Program Mensos, Wabup Kebumen Bicara Hukuman Mati

Dukung Program Mensos, Wabup Kebumen Bicara Hukuman Mati
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. (Foto: Humas Pemkab Kebumen)

Kebumen, Obsessionnews.com – Upaya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini membenahi sistem bantuan sosial mendapat dukungan dari kepala daerah, termasuk di antaranya Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Ia menilai terobosan Risma dalam mengelola bantuan sosial sebagai langkah yang tepat.

Risma diketahui akan membuat kebijakan baru menghapus bantuan tunai langsung atau BLT. Semua bantuan sosial dari Kemensos akan diberikan langsung dalam bentuk elektronik. Setiap masyarakat penerimanya akan mempunyai tabungan. Nantinya bansos akan dikirimkan melalui rekening tabungan tersebut.

Arif mendukung kebijakan tersebut, selain karena untuk mencegah terjadinya korupsi, ia melihat penerimaan dana bansos ini banyak mengalami kecacatan. Terutama terkait informasi data. Seringkali penerima dana bansos tidak tepat sasaran karena Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos banyak bermasalah. Termasuk di wilayah Kebumen.

“Dengan adanya Ibu menteri ini akan membuat program baru. Dimana bantuan tersebut akan langsung diberikan kepada rekening penerima. Ini cukup baik. Ini luar biasa. Insya Allah sinkron dengan apa yang kami cita-citakan bahwa bantuan tersebut harus langsung tepat ke penerima,” ujar Arif disela-sela kesibukannya di Kebumen, Minggu (27/12/2020).

Arif yang juga menjadi Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKPPK) Kebumen mengungkapkan, di Kebumen sendiri ada sebanyak 24,67 persen data DTKS bermasalah. Artinya kata dia, ada lebih 84 ribu nama penerima bantuan sosial yang ada di DTKS tidak valid. Menurutnya, ini yang menjadikan selama ini bansos yang tersalurkan ke masyarakat tidak tepat sasaran.

“Ini cukup besar untuk mencacah 24,67 persen data yang bermasalah. Kemarin sudah kita anggarkan Rp1 miliar untuk melakukan pembenahan, dan hasilnya berdasarkan laporan belum maksimal. Di lapangan masih banyak kendala, dan Dinsos sendiri belum bisa menyelesaikan kendala itu dengan baik,” ucap Arif yang baru saja terpilih sebagai Bupati Kebumen dalam Pilkada 2020.

Menurutnya, persoalan ini ujung pangkalnya ada di Kemensos. Karena itu dengan adanya program baru dari Mensos Risma, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih data penerima. Mereka yang mendapat bansos adalah orang-orang yang betul membutuhkan. Dan bantuannya dikirim kepada penerima.

Arif menyatakan untuk menciptakan sistem yang baik ini, membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia mengingatkan kepada para ASN dan para pemangku kepentingan yang mengelola dana bansos ini, agar tidak coba-coba bermain dengan menyelewengkan dana bansos untuk kepentingan pribadi.

Arif menegaskan, sangat konsen dengan upaya pemberantasan korupsi, dan pembenahan birokrasi. Ia mengingatkan siapapun, yang berani melakukan korupsi dana bansos di tengah bencana Pandemi Corona ini, maka ancaman hukumannya adalah pidana mati.

Karena itu, Arif menghimbau kepada semua jajaran di bawahnya agar mampu bekerja dengan baik, penuh dedikasi dan integritas, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan menghindari pintu-pintu korupsi. 

“Kami sampaikan kepada para ASN yang mengelola dana Bansos ini saya harap mau mentaati peraturan yang ada. Jangan sampai disalahgunakan, karena bansos di tengah pandemi ini apabila ada yang menyelewengkan, maka hukumanya mati. Maka perlu digaris bawaih hukumannya hingga hukuman mati. Jadi jangan sekali-sekali memiliki apa yang bukan menjadi haknya,” tegas Arif. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.