Selasa, 24 November 20

Dukung Pariwisata, Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur di Bukit Piaynemo

Dukung Pariwisata, Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur di Bukit Piaynemo
* Anak tangga menuju ke puncak Bukit Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, memiliki sejumlah objek wisata yang menarik perhatian wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Raja Ampat merupakan destinasi wisata yang terkenal dengan keindahan gugusan pulau karang dan air lautnya yang jernih, salah satunya adalah Pulau Piaynemo. Dari ibu kota Raja Ampat, Waisai, perjalanan ke Piaynemo dapat ditempuh dalam dua jam perjalanan dengan speed boat atau lima jam dari Pelabuhan Sorong.

 

Baca juga:

Pesona Ala Raja Ampat di Bukit Tuamese

11 Hiu Ditemukan Mati di Raja Ampat

Intip Sorotan Foto-foto Gelap Liburan Baby Margaretha di Raja Ampat

Untuk bisa melihat indahnya pemandangan gugusan pulau karst, para pengunjung harus naik ke atas bukit dengan ketinggian 30-40 meter. Trek menuju bukit cukup terjal, sehingga wisatawan perlu menggunakan sepatu dan berhati-hati.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mendukung pariwisata di Bukit Piaynemo. Pada 2018 Kementerian PUPR melakukan penataan kawasan wisata Bukit Piaynemo. Infrastruktur yang dibangun adalah anak tangga menuju ke puncak bukit, kios suvenir, gardu pandang, rest area, tambatan perahu apung, dan perahu kayu.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dilansir website Kementerian PUPR.

Dengan dibangunnya anak tangga tersebut meningkatkan kenyamanan wisatawan. Sebanyak 320 anak tangga terbuat dari kayu dibangun menuju ke puncak bukit, sehingga untuk mencapai puncak bukit makan waktu tempuhnya 20 menit.

Uniknya pembangunan anak tangga ini didesain sedemikian rupa tanpa menebang pohon di sekitar, sehingga pepohonan tetap bisa tumbuh dengan baik. Selain untuk memperkuat keindahan alam setempat, penataan ini diupayakan tidak membuat elemen artifisial yang mencolok supaya keasrian alam tetap terjaga. Hal ini sejalan dengan konsep wisata berbasis lingkungan yang dikembangkan di Raja Ampat.

Penataan Kawasan Wisata Bukit Piaynemo merupakan bagian dari kelompok kegiatan Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan waktu pelaksanaan 19 Januari – 5 November 2018 yang dilakukan dengan dana APBN sebesar Rp 19,9 miliar. Penataan ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan para pelancong yang datang serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bukit Piaynemo.(arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.