Rabu, 20 Oktober 21

Dukung Kudeta, Militer Dianggap Lebih Baik Dari Rezim Suu Kyi yang Buruk

Dukung Kudeta, Militer Dianggap Lebih Baik Dari Rezim Suu Kyi yang Buruk
* Anak muda Myanmar dukung kuduta militer. (Foto: AFP/BBC)

Ketika banyak warga memenuhi jalan-jalan untuk mengikuti demonstrasi hari ketiga di Myanmar yang menolak kudeta militer, beberapa demonstran muda membawa karton-karton bertuliskan pesan-pesan yang jauh berbeda dengan pesan tradisional saat protes.

Berbeda dengan gerakan oposisi sebelumnya, generasi ini tumbuh di negara yang lebih bebas, dengan akses yang lebih baik ke internet dan pengetahuan tentang budaya Barat serta meme.

Kami telah mengumpulkan foto-foto beberapa pesan jenaka, yang mencela diri sendiri dan memuat humor nakal ala Gen Z (biasanya berusia di bawah 24 tahun) yang ditambahkan ke desakan pro-demokrasi mereka.

Militer mengklaim, tanpa bukti, bahwa pemilihan November yang mengembalikan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan dipenuhi kecurangan.

Tentu saja, sebagai BBC, kami harus mengaburkan lebih banyak, katakanlah, pesan yang penuh warna, tetapi ide dari pesan itu masih dapat terlihat.

Suu Kyi Lebih Buruk
Pesan-pesan bertema peruntungan asmara ala generasi Z dan milenial terlihat dalam unjuk rasa.

Satu demonstran membawa pesan bertuliskan, “Mantan saya buruk tetapi militer Myanmar lebih buruk”, sementara yang lain menunjukkan pesan, “Saya tidak ingin diktator, saya hanya ingin pacar”.

Pesan populer lainnya adalah “Ah [kata sumpah serapah] kita ada di sini lagi”, meme yang populer secara global, yang berasal dari adegan video gim Grand Theft Auto tahun 2004.

Aksi protes tersebut adalah yang terbesar sejak gerakan yang disebut Revolusi Saffron pada tahun 2007.

Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa di kota-kota di seluruh negeri.

Pada hari Senin polisi memperingatkan pengunjuk rasa untuk meninggalkan jalan-jalan atau mereka akan menghadapi perlawanan.

Militer Melawan yang Salah
Pengunjuk rasa lain lebih eksplisit dalam penolakan mereka terhadap kudeta.

Mereka melambaikan pesan-pesan yang menunjukkan bahwa militer telah membuat masalah dengan orang yang salah.

“Anda [kata sumpah serapah] dengan generasi yang salah,” bunyi salah satu pesan, yang dapat dengan sopan ditulis ulang menjadi “Anda membuat masalah dengan generasi yang salah”.

Dan pesan lain, yang dibagikan di media sosial, menggambarkan stereotip yang meluas tentang milenial sebagai generasi yang tidak bisa memperoleh hidup yang baik.

“Kami tidak akan pernah diizinkan untuk merusak masa depan kami sendiri,” kata pesan itu. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.