Kamis, 4 Maret 21

Dukung Komjen Listyo Sigit, Pengasuh Ponpes Al Hasani: Dia Dekat Ulama

Dukung Komjen Listyo Sigit, Pengasuh Ponpes Al Hasani: Dia Dekat Ulama
* Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Kebumen, Jawa Tengah, Gus Fachruddin Ahmad. (Foto: Thori / K24)

Kebumen, Obsessionnews.com – Dukungan terhadap Komisaris Jenderal atau Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yang dipilih Presiden Jokowi terus mengalir, kali ini dukungan juga diberikan dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani, Kebumen, Jawa Tengah, Gus Fachruddin Ahmad.

Gus Fachruddin menyatakan, dukungan terhadap Komjen Listyo Sigit bukan tanpa alasan. Ia menilai, sebagai satuan Bhayangkara, Sigit dikenal dekat semua kelompok agama, termasuk dekat dengan ulama. Sehingga penunjukan Listyo Sigit oleh Presiden Jokowi dianggap langkah yang tepat.

“Yang saya ikuti dari Komjen Listyo Sigit ini adalah sosok jenderal yang luar biasa, dia bisa dekat dengan siapapun termasuk dengan ulama. Termasuk saat menjabat sebagai Kapolda Banten, dia juga bisa berjalan bareng dengan para ulama,” ujar Gus Fachruddin saat ditemui di kediamannya, di Jatimulyo, Kebumen, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, latar belakang Komjen Listyo Sigit yang notabene dari kalangan non muslim tidak perlu diperdebatkan. Sebab, identitas agama itu bukan menjadi ukuran seorang pemimpin. Di Kebumen sendiri kata dia, Kapolresnya pernah dijabat dari kalangan non muslim, yakni AKBP Robertho Pardede.

Ia menyatakan, saat AKBP Robertho Pardede menjabat sebagai Kapolres Kebumen, juga mampu bekerja dengan baik, mampu bersinergi dengan para ulama dan kelompok Islam dalam menciptakan ketertiban, dan keamanan masyarakat, meski dia sendiri bukan dari kalangan muslim.

“Jadi sebenarnya tidak masalah. Muslim atau Non Muslim tidak perlu lagi diperdebatkan. Karena itu bukan ukuran. Ukuran dari seorang pemimpin adalah kinerja, dedikasi, dan punya kapabilitas serta integritas yang baik,” ucap Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen ini.

Menurutnya, sebagai calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit sudah mencukupi kriteria itu. Ia adalah Jenderal yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri. Di bawah kepemimpinannya, Komjen Sigit sudah mampu menunjukan kinerja yang baik, di antaranya menangkap buronan kasus korupsi kelas kakap, yakni, Djoko Tjandra dan Maria Pauline Lumowa.

Dalam kasus Djoko Tjandra misalnya, Komjen Listyo Sigit mampu membongkar kasus korupsi yang bahkan melibatkan institusinya. Tak tanggung-tanggung, dua jenderal polisi pun ikut diseret dalam kasus ini, dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte menyandang status tersangka di kasus red notice karena diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Lalu, mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo menjadi tersangka di kedua kasus yang ditangani Bareskrim.

“Ini menurut saya adalah prestasi yang membanggakan bagi Komjen Listyo Sigit sebagai Kabareskrim. Dia berani membongkar praktik korupsi di lingkup institusinya yang melibatkan dua jenderal. Dan kami berharap kerja baik itu bisa diteruskan takkala dia menjabat sebagai Kapolri,” jelasnya.

Gus Fachruddin mengatakan, ke depan tantangan dan tugas Kapolri semakin berat, dia harus mampu menyelesaikan pekerjaan besar di Republik ini, baik itu tentang kasus korupsi, narkoba, dan juga terorisme atau radikalisme. Karena itu butuh, ketekadan, kekuatan dan kekompakan di lingkup Korp Bhayangkara ini.

“Kami berharap di tangan Kapolri baru, Indonesia bisa semakin baik. Polri mampu bersinergi dengan KPK dalam memberantas korupsi, mampu memberantas kasus-kasus narkoba, dan takkalah penting adalah mampu menangani kasus terorisme, dan radikalisme untuk mencegah siapapun kelompok yang ingin merusak keutuhan NKRI,” tandasnya.

Diketahui, Komjen Listyo Sigit akan menggantikan Kapolri Jenderal Idham Azis, yang pensiun pada 1 Februari sejak menjabat pada 1 November 2019. Kariernya melesat sebagai perwira tinggi termuda, setelah Sigit ditugaskan sebagai Kepala Bareskrim atau Kabareskrim Polri.

Kala itu, usia Sigit masih 50 tahun saat terpilih pada 16 Desember 2019, ‘paling muda’ di antara pejabat sama dalam sepuluh tahun terakhir. Kini, Jenderal Bintang Tiga itu bersiap memimpin lebih dari 470 ribu polisi di bawah Korps Bhayangkara. Sebelum Jadi Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo adalah ajudan Jokowi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.