Senin, 23 Mei 22

Dukung GNNT Kota Bandung Luncurkan Smart Card

Dukung GNNT Kota Bandung Luncurkan Smart Card

Bandung, Obsessionnews – Mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)  Kota Bandung meluncurkan Smart Card. Acara peluncuran dilakukan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat  Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (14/12).

Adanya Bandung Smart Card diharapkan  membantu masyarakat Kota Bandung untuk berbagai kegiatan seperti belanja, pembelian tiket, pembayaran tagihan, sebagai kartu identitas dan kartu akses.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan kartu tersebut dapat digunakan untuk berbagai hal seperti transaksi-transaksi di sekolah, tiket Trans Metro Bandung, vending machine dan mesin-mesin parkir.

“Nanti untuk tahap kedua, Bandung Smart Cart tersebut bisa dimasukkan dengan data-data pribadi, data kesehatan dan data pribadi, sehingga kalau ke rumah sakit atau ke dokter tidak usah bawa record medis, sampai suatu hari akhirnya Kota Bandung warganya cukup dengan satu kartu untuk semua urusan, baik isinya data maupun transaksi,” kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan kerjasama ini dalam rangka membantu program Bank Indonesia (BI) mengurangi uang tunai.

“Sekarang untuk Kota Bandung transaksi non tunai untuk nilai yang besar sebesar 330 triliun, sementara untuk transaksi kecil 47 triliun, untuk yang tunai 49 triliun, nah untuk yang tunai nantinya dapat digeser ke non tunai,” jelasnya.

Ridwan berharap suatu hari nanti tidak lagi  membawa uang cash yang memiliki resiko  lebih tinggi. “Mudah-mudahan dalam waktu dua tahun kedepan, diharapkan kira-kira 2017 nanti, GNNT ini sudah jadi budaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Rosmaya Hadi mengatakan diluncurkannya Bandung Smart Card tersebut merupakan upaya mendukung Bandung Smart City yang salah satu cirinya dilihat dari sistem pembayaran sebagai perwujudan smart city termasuk didalamnya bagaimana mengelola kota dengan efisien.

“Posisi Bandung dari tatanan ekonomi menunjukkan pertumbuhan terkakhir nencapai 8,86 persen dan menyumbang 35,5 persen untuk Jawa Barat,” ujarnya.

Rosmaya menambahkan pada Januari hingga Oktober 2015, arus uang yang masuk di Kota Bandung mencapai 49,59 triliun yang keluar 31,16 triliun, dan yang beredar sebeaar 18,43 triliun.
Hal itu menunjukan Kota Bandung memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat perekonomian di Jawa Barat yang tercermin dari indikator keuangan inklusifnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.