Senin, 22 Juli 19

Dukung Ekosistem Startup, CoHive Gelar GITR 2019

Dukung Ekosistem Startup, CoHive Gelar GITR 2019
* Acara Get in the Ring (GITR) 2019 di Jakarta. (foto: Kapoy/OMG) 

Jakarta, Obsessionnews.com – Perusahaan coworking space terbesar di Indonesia CoHive mendukung perkembangan startup dengan menggelar kompetisi berskala global, yakni Get in the Ring (GITR) 2019 di Jakarta.

Dalam GITR 2019, sejumlah pendiri startup di Indonesia beradu ide inovasi dan model bisnis mereka di atas arena pertandingan.

GITR 2019 ini diikuti oleh 40 peserta, dimana 15 peserta terbaik telah dipilih baik oleh juri maupun publik pada 25 Maret 2019 lalu. Sebanyak 15 peserta tersebut maju ke babak penyisihan (preliminary round), dimana mereka mendapatkan pembekalan dari para mentor dan beradu untuk mendapatkan posisi 6 besar.

Head of Corporate Communication CoHive, Kartika Octaviana mengatakan, keenam peserta yang lolos dari babak penyisihan ini bertanding di babak final (final round). Babak final dibagi ke dalam 3 pertandingan (battle), yang masing-masing menghadapkan 2 startup.

“Setiap battle memakan waktu selama 20 menit, yang terdiri dari perkenalan singkat dan 5 ronde,” ujarnya di kantor CoHive, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Dalam setiap ronde, lanjut dia, masing-masing startup hanya memiliki waktu 30 detik untuk memberikan pernyataan. Setiap ronde memiliki topik yang berbeda-beda, pertama Tim, kedua Capaian, ketiga Model Bisnis & Pasar, keempat Kondisi Finansial Perusahaan & Proposal untuk Investor, dan yang kelima pertanyaan bebas.

Setelah menyelesaikan 5 ronde tersebut, para juri memberikan pertanyaan kritis dan umpan balik (feedback) secara spesifik kepada para startup.

“Satu startup pemenang dari GITR Jakarta 2019 mendapatkan tiket ke Berlin untuk beradu dengan para pemenang dari negara-negara lain,” tutur Kartika.

Sementara itu, Startup yang berhasil memenangkan kompetisi ini adalah Vestifarm yang merupakan platform bagi hasil di bidang pertanian dan peternakan. Vestifarm merupakan perusahaan berbasis financial technology (fintech) yang mencoba mengatasi masalah tingginya risiko gagal panen karena kondisi cuaca yang tak menentu serta membantu petani dan peternak yang kerap kesulitan mendapat kredit bank.

Salah satu judges dalam GITR 2019 Devina Halim menjelaskan kriteria startup pemenang tersebut. Salah satunya, startup harus memiliki value proposition yang baik dan punya interm of the business model, interm of the landscape.

“Yang juga emang all dia punya better change the winning global competition,” kata Devina

Wanita yang merupakan Investment Associate East Ventures ini menambahkan mengapa alasan judges memilih Vestifarm. Menurutnya pemenang startup itu dianggap layak mewakili Indonesia di kancah internasional karena bergerak di bidang pertania. Diketahui, Indonesia merupakan negara agraris.

“Dan kita lihat value proposition dia (Vestifarm) itu sangat unik. Karena dia spesifik main di hal-hal yang items. Jadi menurut aku sih bakal jadi unik untuk selling point nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Vestifarm Dharma Anjarrahman mengatakan event GITR ini sangat unik. Dia mengaku sudah sering ikut kompetisi serupa. Namun, baru kali ini merasa mendapatkan pengalaman yang baru ikut kompetisi startup.

“Ini konsepnya sangat unik dan pengalamannya beda banget. Kita masuk ring kayak orang mau tinju terus saling punch dengan argument masing-masing,” katanya.

Untuk diketahui, April hingga Mei 2019 ini, Get in the Ring juga diselenggarakan di berbagai negara lain, seperti Singapore, Brazil, Spanyol, Rusia, Bangladesh, dan lain-lain.

Selain berkesempatan mengikuti kompetisi global di Berlin, para pemenang juga mendapat kesempatan untuk diberikan pendanaan dari investor baik lokal maupun internasional, mendapatkan pelatihan terkait pengembangan industri startup serta kesempatan untuk melebarkan jaringan bisnis yang lebih luas.

Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerjasama CoHive dengan Get in the Ring Foundation. Sebagai Perusahaan yang memiliki misi untuk mendukung ekosistem startup di Indonesia, CoHive berharap akan lahirnya startup yang berkualitas untuk mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional melalui kerjasama ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.