Minggu, 24 Oktober 21

Duit Rp1 Triliun Buat Dana Parpol, Tapi Masih Banyak Rakyat Miskin

Duit Rp1 Triliun Buat Dana Parpol, Tapi Masih Banyak Rakyat Miskin

Jakarta, Obsessionnews – ‎Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini, meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru mewacanakan pemberian dana Rp1 triliun setiap tahun untuk partai politik yang diambil dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Menurutnya, percuma anggaran itu diberikan kalau masyarakat masih banyak yang miskin.

“Wacana itu harus diimbangi dengan upaya pemerintah delam penyelesaian kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/3/2015).

Jazuli menyadari, selama ini memang ‎dana parpol yang diberikan oleh pemerintah masih jauh dari kata cukup, jika dibandingkan dengan ongkos kebutuhan parpol dalam menjalankan program kerjanya. Anggaran parpol yang dibiayai negara, yakni hanya Rp108 per suara yang didapatkan.

Namun, bila tiba-tiba ada wacana dana Rp 1 triliun unt‎uk parpol, sedangkan masyarakat masih banyak hidup miskin, dan tidak sejahtera. Ia khawatir akan ada gejolak yang besar dari bawah. “Harus didalami dulu dengan menggunakan prinsip keadilan dan harus memicu dan memacu parpol semakin meningkat bekerjanya untuk rakyat,” jelasnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mewacanakan anggaran parpol Rp 1 triliun yang bersumber dari APBN. Tujuannya, guna meningkatkan transparasi dan demokrasi. Tjahjo berharap wacana itu mendapat dukungan dari DPR dan elemen masyarakat pro demokrasi.

‎”Hal ini perlu karena partai politik merupakan sarana rekrutmen kepemimpinan nasional dalam negara demokratis. Namun, persyaratan kontrol terhadap partai harus ketat dan transparan,” katanya.

Menurutnya, parpol memerlukan dana untuk melakukan persiapan dan melaksanan pemilu serta melakukan pendidikan kaderisasi dan program operasional. Anggaran untuk parpol nantinya akan diatur dengan jelas termasuk dalam segi pengawasan. Sehingga kata dia, bila ada parpol yang menyalahgunakan anggaran tersebut akan mendapat sanksi yang tegas. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.