Jumat, 29 Mei 20

Duh, Rupiah Akhirnya Ditutup “Loyo”

Duh, Rupiah Akhirnya Ditutup “Loyo”

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini tertekan di tengah relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.146 per USD. Posisi tersebut melemah 10 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.136 per USD.

Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.092 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat hari ini pada level Rp12.082 per USD, sedangkan terlemah pada level Rp12.162 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.143 per USD, dengan kisaran harian Rp12.116-Rp12.195 per USD. Posisi tersebut memburuk 6 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.136 per USD.

Data Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.153 per USD. Posisi tersebut melemah 6 poin dibanding posisi penutupan Selasa (18/11/2014) di Rp12.147 per USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.124 per USD. Posisi ini terapresiasi 22 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.146 per USD.

Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 25 basisi points (bps) menjadi 7,75%.

“Langkah BI tersebut merespon kebijakan reformasi fiskal pemerintah, dengan memutuskan menaikkan BI rate ke level 7,75%, diikuti kenaikan suku bunga lending facility menjadi 8% dan tetap mempertahankan suku bunga deposit facility di level 5,75%,” ujarnya, Rabu (19/11/2014).

Hal itu dilakukan, kata dia, dalam rangka meredam ekspektasi inflasi dan mendorong defisit transaksi berjalan ke tingkatan yang lebih sehat.

Adapun IHSG sore ini ditutup melanjutkan kenaikan di tengah melemahnya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 25,46 poin atau 0,50% ke level 5.127,93.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,68 triliun dengan 3,76 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp427,01 miliar. Tercatat 206 saham naik, 110 saham melemah dan 91 saham stagnan.

Related posts