Minggu, 5 Desember 21

Duh, Penerimaan Pajak Kuartal Kedua 2015 ‘Cuma’ Rp310,1 T

Duh, Penerimaan Pajak Kuartal Kedua 2015 ‘Cuma’ Rp310,1 T

Jakarta, Obsessionnews – Hingga pertengahan kuartal kedua 2015, penerimaan negara dari pajak baru mencapai Rp 310,1 triliun atau sekitar 23,96% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2015, yakni Rp 1294,258 triliun.  Baca Juga: Pemerintah Diingatkan Hati-hati Kejar Target Pajak

Demikian disampaikan oleh laman resmi Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan, di Jakarta, Rabu (6/5/2015). Data tersebut menunjukkan realisasi penerimaan pajak hingga April, untuk PPh Non-Migas lainnya turun 25,66% dibanding periode yang sama setahun lalu, atau hanya sebesar Rp 12,53 triliun. Kemudian PPh Pasal 22 Impor turun 12,35% atau Rp 1,786 triliun dibandingkan periode yang sama 2014. Baca:  CORE: Persoalan Investasi Bukan Hanya Insentif Pajak

Sedangkan untuk Pasal 22 terjadi penurunan pertumbuhan sebesar 6,87% atau Rp 13,826 triliun dibandingkan periode yang sama 2014. Lalu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor yang mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 9,09% atau hanya Rp 43,527 triliun dibandingkan 2014.

Demikian pula halnya dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Impor yang juga mengalami penurunan pertumbuhan 29,8% atau hanya sebesar Rp 1,519 triliun dibandingkan 2014. Kemudian penerimaan PPN Dalam Negeri juga turun 1,43% atau menjadi hanya Rp 63,201 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan PPnBM Dalam Negeri juga turun 6,97% atau hanya Rp 3,034 triliun dibandingkan 2014. Penurunan pertumbuhan terbesar dicatatkan PPN/PPnBM Lainnya yakni 42,71% atau hanya mencapai Rp 37,81 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PPh Migas turun 46,18% atau Rp 16,744 triliun dibanding periode yang sama 2014, yakni Rp 31,111 triliun. Penurunan pertumbuhan PPh Migas sudah diperkirakan sebelumnya, mengingat target penerimaan PPh Migas dalam APBN-P 2015 sebesar Rp49,534 triliun jauh berkurang dibandingkan target penerimaan PPh Migas di APBN-P 2014 yakni Rp87,446 triliun.

rupiahku tercinta

Penurunan pertumbuhan yang besar juga dicatatkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yakni 64,70% atau hanya sebesar Rp 308,24 miliar dibanding tahun lalu. Penurunan terakhir dicatatkan Pajak Lainnya yakni 9,54% atau hanya Rp 1,557 triliun dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp 1,721 triliun.

Sementara itu, DJP mencatatkan ada beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas naik 10,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tercatat hingga 30 April 2015 sebesar Rp 180,168 triliun.

Pertumbuhan tertinggi dicatatkan PPh Pasal 26 yakni 30,6%, atau mencapai Rp 11,984 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tinggi selanjutnya dari PPh Final yakni 21,23%, atau Rp 30,439 triliun dibanding 2014. Kemudian PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh 10,47%, atau Rp 74,833 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk PPh Pasal 21 pertumbuhannya tercatat 9,6% atau Rp 36,062 triliun.

Pertumbuhan yang cukup tinggi juga dicatatkan PPh Pasal 23 yakni 9,1% atau sebesar Rp 8,522 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan untuk PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi, pertumbuhannya tercatat 8,52% atau sebesar Rp 2,702 triliun dibandingkan periode yang sama di 2014. (KBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.