Jumat, 24 Januari 20

Duh, Garuda Rugi Rp 2,63 Triliun!

Duh, Garuda Rugi Rp 2,63 Triliun!

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat rugi bersih dalam sembilan bulan pertama tahun ini sebesar USD219,51 juta atau setara Rp2,63 triliun (kurs Rp12.000).

Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (13/11/2014) menunjukkan, perseroan hingga akhir kuartal III/2014 mengalami peningkatan mencapai 1.390% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD14,73 juta.

Hal ini lebih disebabkan karena beberapa pos beban perseroan, seperti beban usaha, dan beban keuangan sepanjang periode tersebut terus mengalami peningkatan.

Dalam sembilan bulan, pendapatan usaha perseroan hanya meningkat 4,1% menjadi USD2,8 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya USD2,69 miliar.

Kontribusi pendapatan usaha terbesar perseroan sepanjang periode tersebut berasal dari penerbangan berjadwal sebesar USD2,47 miliar, sementara dari penerbangan lainnya sebesar USD220,39 juta dan dari penerbangan tidak berjadwal sebesar USD107,12 juta.

Seiring meningkatnya pendapatan usaha, beban usaha perseroan ikut mengalami peningkatan 12,96% menjadi USD3,05 miliar dari sebelumnya USD2,70 miliar di periode sama tahun lalu.

Hasil ini membuat perseroan membukukan rugi usaha sebesar USD250,35 juta di periode tersebut dibanding periode sama tahun sebelumnya yang masih mampu membukukan laba usaha sebesar USD29,41 juta.

Selain itu, adanya peningkatan pada beban keuangan dari sebelumnya USD44,30 juta di periode sembilan bulan tahun lalu menjadi USD57,84 juta membuat rugi sebelum pajak di periode tersebut makin tergerus menjadi USD298,79 juta dari sebelumnya USD2,25 juta.

Kendati kinerja keuangan maskapai penerbangan pelat merah ini masih kurang bagus, namun aset perseroan justru mengalami pertumbuhan di akhir September 2014, yakni menjadi USD3,16 miliar dari posisi akhir tahun lalu USD2,95 miliar.

Adapun untuk ekuitas hingga akhir September 2014 tercatat sebesar USD1,04 miliar, atau menurun dibanding akhir 2013 yang tercatat sebesar USD1,12 miliar.

Related posts