Jumat, 27 Mei 22

Dubes Sukmo Pulangkan 12 ABK Asal Indonesia, 2 di Antaranya Terlibat Kasus Kriminal

Dubes Sukmo Pulangkan 12 ABK Asal Indonesia, 2 di Antaranya Terlibat Kasus Kriminal
* Kedutaan Besar Republika Indonesia untuk Panama saat memulangkan 12 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia ke Tanah Air. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kedutaan Besar Republika Indonesia untuk Panama memulangkan 12 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia ke Tanah Air.

Dua orang di antara adalah WNI yang sempat tersangkut kepemilikan ganja yang tertangkap pada 21 November 2020.

Keduanya tertangkap tangan saat membeli ganja dari seorang sopir taksi yang diduga pengedar, tidak jauh dari kapal berlabuh di Pelabuhan Vacamonte.

“Hukum Panama melarang ganja dan beberapa jenis daun lainnya untuk dipergunakan secara bebas di wilayah Panama,” kata Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Panama Sukmo Harsono dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Minggu (13/12/2020).

Setelah mendapat kabar kasus dua ABK tersebut, Konsuler KBRI Panama City langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Perusahaan Gilontas untuk mendalami dan memastikan agar kasus yang melibatkan ABK WNI di Panama dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam prosesnya, kata Sukmo, Kepolisian Sektor Vacamonte memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan kasus ini ke tingkat penyidikan dan memulangkan kedua ABK WNI ke Perusahaan Gilontas. Kemudian di hari berikutnya dibawa ke kapal dimana keduanya bekerja.

“Terkait peristiwa ini, kami Duta Besar RI langsung menyurati Perusahaan Gilontas secara resmi agar segera memerintahkan kapten dan mandor untuk memeriksa kapal yang dibawahi guna memastikan tidak ada ABK WNI lain yang terlibat ganja atau sejenisnya,” ujar pria yang akrab disama rekan media Pak Dubes.

Isi surat itu menegaskan kepada pihak Gilontas bahwa keselamatan kerja dan pembinaan ABK WNI yang bekerja pada perusahaan mereka adalah salah satu prioritas sangat penting dalam memberikan pelindungan bagi WNI dan menekankan kepada perusahaan untuk secara serius dapat bertanggungjawab atas kondisi ABK WNI di dalam Kapal maupun di luar Kapal sehingga ABK WNI tidak mengalami kejadian serupa di masa mendatang.

“Dalam surat, juga menyarankan agar pihak Gilontas dapat melakukan test bebas narkoba bagi ABK WNI secara reguler di Klinik setempat,” tambahnya.

Untuk itu, Sukmo meminta agar semua ABK WNI dapat menjaga diri dari segala macam tindakan kriminalitas serta menjaga diri senantiasa dan menjaga nama baik Indonesia.

“Saya juga menyampaikan kepada para ABK WNI untuk menjauhkan diri dari segala macam Narkoba mengingat keluarga di Indonesia yang menggantungkan hidup pada para ABK yang bekerja di negeri orang,” kata Sukmo.

Dia juga menekankan kepada ABK tersebut, sesampainya di Indonesia untuk tidak gampang terhasut hoaks dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan dan SARA.

Sukmo menambahkan, semua proses terkait dengan perlindungan dan memudahkan syarat administrasi WNI di luar negeri yang dilakukannya di Panama City sudah sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri.

“Semua kegiatan yang bersifat perlindungan WNI di luar negeri dan membantu atau memudahkan proses administrasi WNI di luar negeri adalah sesuai arahan bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Menlu Retno Marsudi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, pihak Dutabesar juga memberikan bantuan makan siang, masker, dan hand sanitizer untuk ABK WNI dalam perjalanan.

“Sejak pandemi Covid-19 sampai saat ini, KBRI Panama City telah membantu pemulangan 331 WNI, sebagian besar ABK, dan telah membagikan 123 bingkisan bantuan logistik kepada WNI yang membutuhkan di Panama,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.