Jumat, 22 November 19

“Dubes AS di PBB Mundur Akibat Rezim Trump Kacau”

“Dubes AS di PBB Mundur Akibat Rezim Trump Kacau”
* Nikki Haley

Bob Menendez, Anggota Senat Amerika dari kubu Demokrat menilai pengunduran diri mendadak Nikki Halay, dubes negara ini di PBB sebagai indikasi kekacauan politik luar negeri Washington.

“Pengunduran diri Haley menunjukkan kekacauan politik luar negeri pemerintahan Donald Trump,” tulis Menendez di akun twitternya Selasa (9/10) seperti dikutip laman The Hill.

Ia menambahkan, di tengah-tengah kekacauan dan kebinggungan pemerintah AS, pengunduran diri Haley dapat berpengaruh pada keamanan nasional Amerika.

Menurut sumber ini, pengunduran diri mendadak Haley juga mengejutkan kubu Republik dan marak desas desus terkait sebab pengunduran diri ini.

Nikki Haley, Duta besar Amerika di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa (9/10), dengan dalih lelah mendadak mengumumkan mengundurkan diri.

Trump dan Haley menyebut masalah pribadi dan kelelahan sebagai alasan pengunduran diri, namun media mencatat alasan lain seperti kasus penyalahgunaan keuangan Haley serta eskalasi tensi dirinya dengan Trump.

Jumlah pejabat pemerintah AS di era Trump baik itu yang mengundurkan diri atau dicopot dari jabatannya cukup mencengangkan dan belum pernah terjadi di sejarah Amerika Serikat.

Bob Menendez

Mundurnya Haley dan Arah Kebijakan Trump
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya itu. Keputusan ini telah memperpanjang drama pengunduran diri atau pemecatan di pemerintahan Donald Trump.

Haley dalam jumpa pers di Oval Office Gedung Putih bersama Trump, mengatakan alasan dirinya mundur karena ingin istirahat.

Namun, beberapa pejabat senior Gedung Putih mengaku tidak mengetahui rencana tersebut dan muncul banyak spekulasi seputar pengunduran diri Haley. Beberapa bukti menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara Trump dan Haley terkait masalah tertentu seperti, Rusia dan Korea Utara.

Beberapa media bahkan menduga Haley adalah penulis artikel kontroversial di surat kabar The New York Times dengan judul “I Am Part of the Resistance Inside the Trump Administration.”

Spekulasi seputar konflik di balik layar antara Trump dan Haley relatif bisa diredam setelah kedua sosok itu saling lempar pujian dan senyuman selama konferensi pers tersebut.

Ada dugaan bahwa perselisihan Haley dengan John Bolton, penasihat keamanan nasional Gedung Putih mengenai kebijakan luar negeri, kemungkinan telah memaksa dubes AS untuk PBB itu meletakkan jabatannya.

Terlepas dari semua spekulasi itu, salah seorang pendukung utama unilateralisme Trump telah pergi dari lingkaran pembuat keputusan di AS. Selama 1,5 tahun menjabat, Haley selalu menyerang kepemimpinan PBB dan tatanan internasional.

Dia berkali-kali menuding PBB bersikap munafik dalam berurusan dengan Israel dan bahkan tidak ragu-ragu mengintimidasi negara-negara lain dalam kasus pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Quds. Waktu itu, Haley mengancam pemutusan bantuan finansial AS jika mereka mengecam keputusan Washington pada pertemuan Majelis Umum PBB.

Meski demikian, hanya ada 5 negara yang menyetujui keputusan Washington dan Tel Aviv soal pemindahan kedutaan AS ke Quds.

Haley juga gagal dalam mencegah komunitas internasional agar tidak mengecam keluarnya AS dari Perjanjian Iklim Paris dan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Dalam menanggapi keputusan Haley, Amnesty International menyatakan, “Kami berharap pengunduran diri Nikki Haley yang mengejutkan akan mengakhiri hubungan yang sangat lemah antara LSM dan misi AS di PBB dan penggantinya akan bekerja untuk memperbaiki hubungan ini.”

Namun, hampir mustahil akan terjadi perubahan pendekatan pemerintah AS dengan kepergian Haley. Sebab, Trump mengejar slogan America First dan memaksakan unilateralisme atas dunia. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.