Minggu, 28 November 21

Dualisme Kepemimpinan PKPI, Haris Siap Islah dengan Hendropriyono

Dualisme Kepemimpinan PKPI, Haris Siap Islah dengan Hendropriyono
* Ketua Umum PKPI Harris Sudarno (tengah) dan jajaran pengurus lainnya. (Foto: Reza)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Harris Sudarno versi kongres Hotel Grand Cempaka, menawarkan islah kepada kubu AM. Hendropriyono.

“Saya dapat laporan dari daerah mereka bingung. Untuk itulah saya ingin bertemu Hendropriyono membicarakan hal ini. Saya mengenal dekat dan menghormati beliau,” ucap Harris dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

baca juga:

Sutiyoso Akan Berusaha Satukan Dua Kubu PKPI

Bang Yos Akui Minimnya Waktu Pengaruhi DCS PKPI

Dalam keterangan persnya, Haris didampingi  Ketua Depinas Bidang Ekonomi/Juru Bicara Depinas PKPI Andreas Tanandjaya, Wakil Sekjen Depinas PKPI Ali Husnil dan Ketua bidang Infokom PKPI Mutia.

Pertemuan yang akan dilakukan Haris tersebut bertujuan untuk mencegah permasalahan dua kubu ketua umum yang ditakutkan semakin berlarut-larut.

Haris menilai dirinya sah menjadi ketua umum berdasarkan Konferensi Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan di Grand Cempaka dengan dihadiri 1000 orang terdiri dari 32 DPP dan 386 DPK, serta dihadiri oleh seluruh pendiri PKPI dan sebagain besar anggota DPRD dari PKPI.

Kemudian telah melaporkan hasil KLB tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM, namun hingga saat ini belum ada putusannya.

Sementara kongres yang digelar pada 27 Agustus lalu yang diselenggarakan Isran Noor-Takudaeng Parawansa yang berhasil memilih Hendropriyono sebagai Ketua Umum PKPI secara legalitas tidak sesuai dengan AD/ART PKPI serta UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

“Isran Noor awalnya memang Ketua Umum PKPI menggantikan Sutiyoso, namun pada 25 Juli dalam rapat pleno DPN PKPI posisi Isran dicopot dan digantikan oleh saya sebagai Pjs Ketua Umum PKPI. Lantas hasil rapat pleno itu pun sudah dilaporkan ke Menkumham dan sudah tercatat dalam data base partai politik No AHU.4.AH.11.01-40 tertanggal 29 Juli,” jelas Haris.

Jadi, kata Haris, bagaimana mungkin Isran Noor yang sudah dicopot sebagai Ketua Umum PKPI, lantas menggelar kongres dan memilih Hendropriyono sebagai ketua umum[email protected]_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.