Rabu, 3 Juni 20

Dua Tahun Tak Terungkap, Istana Beri Penjelasan Kasus Novel

Dua Tahun Tak Terungkap, Istana Beri Penjelasan Kasus Novel
* Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: Liputan 6)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah memasuki usia dua tahun. Namun, entah kenapa kasus ini belum juga terungkap. Polisi seolah-olah diam sengaja membiarkan kasus ini menguap tanpa kejelasan.

 

Baca juga:

Dirut Pukat UGM Sebut Negara Telah Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

KPK Diminta Klarifikasi Isu Novel Baswedan di Gerindra

Debat Pilpres Diminta Bahas Kasus Aktivis ’98 dan Novel Baswedan

Polisi Akui Kasus Novel Baswedan Cukup Pelik

 

Belum ada satu pun pelaku yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Harapan besar untuk mengungkap kasus ini ditujukan kepada Istana. Karena Novel mendesak Presiden untuk memberikan perhatian dalam penanganan kasus ini dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo sudah concern atas pengungkapan kasus ini. Tidak hanya pelaku, Presiden juga minta dalang dari kasus ini diungkap.

“Tak hanya pelakunya tapi siapa dalang di balik itu. Itu perintah Presiden kepada Kapolri. Kapolri sampai dipanggil khusus mengenai kasus novel sampai 3 kali,” kata Johan saat dihubungi, Kamis (11/4/2019).

Johan mengatakan, dari tiga kali pemanggilan itu Kapolri berulang kali menyatakan Polri masih sanggup untuk menuntaskan kasus ini. Karena itu, Presiden tak memenuhi tuntutan Novel dan para aktivis untuk membentuk TGPF.

“Perlu digarisbawahi Presiden bukan setuju atau tidak setuju membentuk TGPF , tapi menunggu Polri melakukan pekerjaannya,” kata Johan.

Kini setelah genap dua tahun polisi belum juga mengungkap kasus Novel, Johan mengaku belum mengetahui apakah Presiden akan membentuk TGPF atau tidak. Ia mengaku akan menanyakan hal tersebut terlebih dahulu kepada Presiden.

“Saya terus terang saja belum dapat jawaban Presiden, karena sekarang kan lagi kampanye,” kata caleg PDI-P ini.

“Yang pasti, Presiden punya perhatian khusus terhadap kasus Novel ini. Jangan diasumsikan Presiden tidak melakukan apa-apa karena polisi belum berhasil mengungkap,” tambahnya.

Seperti diketahui Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Penyerangan itu membuat mata kiri Novel terluka. Penyidik senior KPK itu sempat menjalani perawatan di Singapura.

Belakangan sudah dibentuk TGPF untuk mengungkap kasus Novel. Namun tim itu dibentuk oleh Kapolri, bukan oleh Presiden. Tetapitetap saja tidak ada tanda-tanda kasus ini terungkap. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.