Kamis, 6 Oktober 22

Dua Polisi Dikeroyok di Cafe, Pihak TNI Bilang Karena Ditodong

Dua Polisi Dikeroyok di Cafe, Pihak TNI Bilang Karena Ditodong

Jakarta, Obsessionnews – Dua orang perwira polisi diduga dikeroyok sejumlah oknum TNI AL di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.  Akibat insiden yang terjadi pada Jumat (6/2) dini hari itu, kini keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Bahkan, seorang perwira polisi mengalami patah tulang rusuk.

“Kejadian itu memang terjadi pada anggota kami. Sekarang mereka dirawat di RS Siloam. Kami menyesalkan tindakan pihak TNI AL tersebut,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum  (Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/2/2015).

“Kami meyesalkan itu terjadi. Karena saat kejadian, anggota kami sedang melaksanakan tugas khusus dari Bareskrim Polri,” tambahnya.

Saat itu, korban Kompol Teuku Arsya Khadafi (anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya) dan Kompol Budi Hermanto (pamen Polri) serta Iptu Rovan sedang melaksanakan tugas khusus dari Bareskrim Polri mengadakan pertemuan dengan beberapa agen di Cafe Bengkel.

Kabarnya, tiba-tiba oknum TNI AL datang dengan menyebut ada Operasi Gaktib yang dipimpin oleh Kolonel Nazali Lempo. Dan kabarnya pula, secara tiba-tiba anggota Polri yang berada di dalam dikeroyok dan diborgol. Saat di dalam perjalanan, ketiga anggota tersebut juga mengalami penganiayaan, hingga salah satu anggota mengalami luka parah.

Menurut Kombes Heru, anggota polisi di situ sedang bertugas dan juga membawa Surat Perintah Tugas (Sprintgas). Saat itu, sekitar 30 anggota POM TNI AL di bawah pimpinan Kolonel Nazali Lempo melaksanakan razia gabungan bersama Provost Polri di Cafe tersebut. Mereka kemudian menggeledah kedua anggota Polri tersebut.

“Anggota kami sudah bilang ke mereka kalau keberadaan mereka (anggota Polri) di situ sedang melaksanakan tugas dan Sprint-nya ditunjukkan, tetapi main hajar saja,” jelas Direktur Reskirmum Polda Jaya.

Masih menurut Heru, kedua perwira Polri tersebut mendapat penganiayaan oleh oknum TNI yang sedang operasi itu. Pihak TNI saat itu juga merampas 2 pucuk senjata organik kedua anggota Polri ini. “Bahkan Arsya sampai diinjak-injak sampai tulang rusuknya patah,” paparnya.

TNI AL Bantah Keroyok Polisi
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir membantah anggotanya terlibat dalam pengeroyokan dua perwira Polri di Bengkel Cafe tersebut.  Jurubicara TNI AL ini pun mengklarifikasi dengan mengatakan, bahwa kedua anggota polisi itu mengacungkan pistol dan membentak saat diperiksa.

“Dua oknum polisi yang berada di Cafe ketika dirazia tidak mengaku anggota Polisi dan tidak menunjukkan identitasnya. Malah membentak dan menodongkan pistol,” ujar Manahan di Jakarta, Minggu (8/2/2015).

“Sehingga (petugas TNI AL) membela diri dong, setelah itu terjadi pemukulan, ini bukan dipukuli tolong dicatat, bukan dipukuli atau dikeroyok malah,” sambungnya.

Menurut Manahan, Operasi Gaktib merupakan perintah dari Panglima TNI Moeldoko untuk TNI bekerjasama Polri melakukan razia gabungan di sejumlah tempat, dan banyak dari oknum TNI yang tertangkap dan juga oknum Polri.

Di antara tempat yang dirazia adalah di Bengkel Cafe. “Saat itu mereka (anggota Polri) seperti orang mabuk dan seolah-olah enggak peduli dengan situasi. Kalau mereka normal kan bisa koordinasi,” aku Kadispen TNI AL.

Namun, lanjutnya, ketika dua orang Polisi ditangkap, mereka baru mengaku sebagai anggota Polri. Padahal, tegas Manahan, tim tidak akan mempermasalahkan jika dua oknum tadi melakukan pertemuan karena tugas.

Oleh karena itu, Kadispen menyayangkan, sejak awal kedua polisi itu tidak mau mengaku, sehingga terjadilah insiden tersebut. “Tapi setelah diamankan dan terbukti mereka benar anggota Polri, tim pun langsung koordinasi dengan Polri dan menyerahkan kedua oknum tersebut ke kesatuannya,” terangnya.

Namun bagaimanapun, ternyata pihak Polda Metro Jaya tetap menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus pengeroyokan dua perwiranya oleh oknum anggota TNI AL tersebut. “Kami melaporkan oknum TNI AL yang mengeroyok. Kami menyesalkan itu sampai terjadi, padahal anggota kami sedang melaksanakan tugas,” tegas Kombes Heru.

Direktur Reskrimum ini mengatakan, pihaknya telah membuat laporan di Polda Metro Jaya terkait insiden tersebut. Korban, Kompol Teuku Arsya Khadafi selanjutnya akan dimintai keterangan di Polda Metro Jaya. “Setelah pemberkasan di kami selesai, kami akan serahkan berkasnya ke POM TNI AL untuk diperiksa internal TNI,” tandas Heru.

Ia menambahkan, pihaknya telah menerima permintaan maaf dari oknum-oknum yang melakukan pengeroyokan terhadap anggotanya saat di POM AL. “Dan kami juga telah konsolidasi, saya ke anggota saya dan pihak TNI ke anggotanya bahwa jangan ada yang memprovokasi,” tuturnya. (Ars)

Related posts