Kamis, 22 Oktober 20

Dua Penyebab Mengapa Sultan Agung Mataram Gagal Merebut Batavia

Dua Penyebab Mengapa Sultan Agung Mataram Gagal Merebut Batavia
* Sultan Agung. (Sumber foto: wartamuslimin.com)

Di buku-buku sejarah sekolah sejak saya kecil, dikisahkan bagaimana Sultan Agung Mataram mencoba menyerang Batavia (kini Jakarta) di era Gubernur Jan Peterzoen Coen pada 1628. Namun gagal!

Sayangnya, para siswa kita dulu tidak dikasih gambaran lewat penjelasan guru maupun kurikulum materi pelajaran sejarah, mengapa serangan itu gagal. Hanya disebut bahwa serangan gagal gara-gara pasukan kelaparan, karena kurang logistik. Betul. Tapi kenapa? Apa penyebab yang lebih substansial?

Pertama, Sultan Agung karena watak kerajaan yang berpusat di daerah pedalaman, dan mengabaikan kodrat geopolitik negeri kita sebagai negara maritim, sehingga mengabaikan kekuatan angkatan laut. Dan lebih mengandalkan kekuatan darat.

Alhasil, karena Sultan Agung tidak mengandalkan angkatan laut. Belanda yang justru bertumpu pada kekuatan angkatan lautnya dalam mengolonisasi negeri kita. Maka Belanda dengan mudah membendung serangan Sultan Agung ke Batavia, dengan mencegat dan memotong pengiriman dan pemasokan bahan pangan untuk bala tentara Sultan Agung lewat laut. Maka pasukan Mataram terpaksa mundur karena kekurangan bahan pangan sebagai perbekalan.

Kedua. Sultan Agung tidan mengenali Batavia berikut watak manusia dan kota tempat tinggalnya. Terutama geokultural/geospiritual Batavia sebagai salah satu aspek penting dari geopolitik.

Alhasil, begitu serbuan darat Sultan Agung dilancarkan ke Batavia, pasukan Mataram justru menghadapi seluruh golongan penduduk Batavia dalam mempertahankan kotanya. Sultan Agung menganggap enteng jiwa kesatuan murni golongan penduduk Batavia. (Hendrajit, Pengkaji Geopolitik)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.