Rabu, 12 Agustus 20

Dua Pejabat Kemenhub Dinonaktifkan Terkait AirAsia

Dua Pejabat Kemenhub Dinonaktifkan Terkait AirAsia

Jakarta – Berdasarkan hasil investigasi sementara, Kementerian Perhubungan telah menonaktifkan dua pegawainya terkait insiden pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya Singapure yang diperkirakan jatuh di Selat Perairan Karimata.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid mengatakan, kedua orang tersebut dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan pemberian izin penerbangan ilegal yang dilakukan oleh pesawat AirAsia QZ8501. Namun, Mustofa ‎enggan memberi tahun nama-namanya.

“Tidak menyebutkan nama, karena masih ada asas praduga tak bersalah,‎” ujarnya di Kantor Kemenhub, Selasa (6/1/2014).

‎Yang pasti Mustofa mengatakan, keduanya adalah Kepala Bidang Keamanan dan Kelayakan Angkutan Udara, merangkap Unit Kerja Pelaksana Slot Time di Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, dan Inspektur Pengawas Operasi Utama Kemenhub di Air Asia.

Selain dua orang tersebut, Kemenhub juga memberi hukuman kepada lima orang lain di luar pegawai Kemenhub. Tiga diantaranya dari Perum AirNav, yakni General Manager, Manager ATS Operation Surabaya, dan Senior Manager ATSM dan ATS Kantor Pusat Perum AirNav. Mereka telah dipecat kerena diduga telah melakukan kesalahan terkait izin penerbangan AirAsia.

Kemudian dua orang lagi, dari Department Head Operation Angkasa Pura Cabang Bandara Juanda dan Section Head AMC PT AP Cabang Juanda.
Mereka juga telah dimutasi karena punya kaitan dengan izin penerbangan AirAsia dengan tidak menyebarkan surat edaran izin penerbangan dari Dirjen Perhubungan udara ke maskapai-maskapai yang ada. (Abn)

Related posts