Selasa, 26 Oktober 21

Dua Kubu Capres Bertemu di Debat Anti Korupsi

Dua Kubu Capres Bertemu di Debat Anti Korupsi
* Presiden Oxford University of Society of Indonesia Rio Haminoto. (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – The University of Oxford Society of Indonesia bekerja sama dengan Bimasena The Mines and Energy Society dan Daya Dimensi Group menggelar debat terbuka dengan tema “Anti Korupsi” di Grha Bimasena, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Debat terbuka ini menampilkan dua kubu dari masing-masing kubu pendukung pasangan calon (paslon) presiden yang sedang berkontestasi pada Pilpres 2019 dalam pandangannya memerangi korupsi. Pada debat babak kedua akan dilaksanakan perdebatan antara alumnus Universitas Oxford dan Cambridge melawan alumnus universitas dari Ivy League.

Kedua kelompok debat ini terdapat Budiman Sudjatmiko (yang juga merupakan lulusan Universitas Cambridge) yang merupakan Tim TKN Jokowi-Ma’ruf Amin yang berkolaborasi dengan Rio Haminoto, Oxford Univeristy tahun 2013, Agus P. Sari CEO dari Landscape Indonesia dan Dini S. Purwono yang merupakan Founding Partner PW Law.

Lawan debatnya dari kelompok Sudirman Said yang merupakan Tim BPN Prabowo-Sandi yang didukung oleh Dirgayuza Setiawan Alumni Oxford University tahun 2015, Bambang Widjayanto Pendiri ICW and mantan wakil ketua KPK serta Ledia Haniva anggota DPR RI dari Komisi X yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada debat ini selain sebagai ajang debat kedua kubu tersebut,  juga merupakan perdebatan antara dua kelompok Alumni Perguruan tinggi luar negeri yaitu Oxbridge University of Oxford dan University of Cambrigde dengan Alumni The Ivy League, Harvard University dan Columbia University.

Presiden Oxford University of Society of Indonesia Rio Haminoto yang menggagas terselenggaranya acara debat ini adalah bukan untuk makin memisahkan dan bukan juga untuk menyeragamkan pendapat

“Tetapi kita akan melakukan intellectual exercise dengan melatih rasa penghormatan kita akan pemikiran yang berbeda dan memanfaatkan pemikiran orang yang berbeda dengan kita untuk menjadi alat yang akan menguji pemikiran kita untuk menjadi lebih baik,” ujar Rio dalam sambutannya di acara tersebut.

Dia menilai, harus membiasakan diri untuk dapat hidup berdampingan dalam perbedaan. “Karena kita adalah satu bangsa Indonesia, harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan perbedaan,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengaku walaupun ada perbedaan tapi tetap saja bersatu. “Kami tidak mengalami perpecahan,” pungkas Rio. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.