Kamis, 2 Desember 21

Dua Komunitas Ini Tentukan Sendiri Puasa Ramadhan

Dua Komunitas Ini Tentukan Sendiri Puasa Ramadhan

Obsessionnews – Berbeda dengan umat Islam kebanyakan di Indonesia yang sudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sejak Senin (6/6/2016) lalu, jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah Al-‘Aliyah di Dusun Kapas, Peterongan, Kabupaten Jombang, baru melaksanakannya Selasa kemarin (7/6/2016).

Warga dusun mengaku tim rukyatul hilal yang dikirim kiyai pimpinan tarekat gagal melihat hilal di kawasan Kabuh, Jombang. Akhirnya diputuskan puasa Ramadhan bagi jamaah tarekat ini dimulai pada Hari Selasa.

Sementara itu, jamaah Aboge di Desa Leces, Probolinggo, Jawa Timur, baru akan mengawali puasa Ramadhan pada hari ini, Rabu (8/6/2016). Keputusan dimulainya puasa Ramadhan bagi jamaah ini diambil berdasarkan Kalender Islam pada Kitab Mujarobat, yang telah dianut para jamaah sejak puluhan tahun yang lalu.

Setiap tahunnya, jadwal awal Ramadhan di komunitas ini hamper selalu berbeda selisih dua atau satu hari dengan ketentuan pemerintah.

“Saya puasa lusa, tepatnya Rabu. Saya berkeyakinan jamaah Aboge sejak nenek moyang, saya masih makan dan belum menunaikan ibadah puasa,” kata Sayeti, salah satu jamaah Aboge kepada wartawan.

Aboge sendiri merupakan singkatan dari tahun Alif Rebo Wage yang menggunakan hitungan ‘Da Nam Ro’ untuk puasa Ramadhan. ‘Da Nam Ro’ adalah sebutan untuk hari keenam dari bulan Muharram, sehingga tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu Wage.

“Kami memiliki pedoman dan hitungan sendiri, tahu ini awal puasa jatuh pada hari Rabu,” ujar Ustadz Buri Bariyah, tokoh Islam Aboge.

Di Probolinggo, kurang lebih 900 jamah Aboge tersebar di 10 desa di 4 kecamatan, seperti di Kecamatan Dringu, Leces, Bantaran, dan Kecamatan Tegal Siwalan. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.