Rabu, 8 Februari 23

Dua Bulan Berturut-turut, Deflasi Agustus 0,05 Persen

Dua Bulan Berturut-turut, Deflasi Agustus 0,05 Persen
* Ilustrasi chart inflasi - deflasi (foto : BPS)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada Agustus 2020 lalu terjadi deflasi sebesar 0,05 persen month to month (mtom). Sedangkan inflasi secara year to date (ytd atau dari Januari – Agustus 2020) sebesar 0,93 persen. Kemudian untuk inflasi tahunan (year on year / yoy) sebesar 1,32 persen. Deflasi pada Agustus ini merupakan yang kedua di tahun 2020 setelah pada Juli 2020 lalu terjadi deflasi sebesar 0,10 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan bahwa deflasi yang terjadi secara beruntun dalam dua bulan ini menandakan bahwa daya beli masyarakat masih lemah akibat pandemi covid-19. Fenomena ini jamak terjadi di hampir semua negara karena mengalami kasus yang sama akibat pandemi. Kalaupun ada satu negara yang inflasi, tingkat inflasinya sangat rendah.

“Bahwa deflasi pada Agustus 2020 adalah yang kedua di tahun 2020 dan trennya hampir sama di semua negara karena di semua negara terjadi pelemahan daya beli,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9).

Dikatakannya, dari 90 kota Indek Harga Komsumen (IHK) yang dipantau BPS terdapat 53 kota yang mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mauleboh sebesar 0,88 persen dan terendah terjadi di Batam, Kediri  Kotamobagu masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sementara deflasi tertinggi terjadi Kupang sebesar -0,92 persen dan deflasi terendah terjadi di Sibolga, Tembilahan  Bekasi, dan Banyuwangi masing-masing sebesar -0,01 persen. Jika dirinci menurut kelompok pengeluaran, deflasi yang terjadi pada bulan Agustus 2020 disebabkan oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,86 persen dengan andil terhadap deflasi bulanan sebesar 0,22 persen.

Kemudian juga disebabkan oleh kelompok pengeluaran transportasi yang terjadi deflasi sebesar 0,14 persen dengan andil mencapai 0,02 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang menahan laju deflasi yaitu kelompok pengeluaran pendidikan yang terjadi inflasi sebesar 0,57 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen. Selain itu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan laju inflasi sebesar 2,02 persen dan memberikan andil sebesar 0,13 persen.

“Kelompok pendidikan di bulan Agustus ini inflasi sebesar 0,57 persen sumbangannya pada inflasi 0,03 persen. Kita tahu  bahwa pada Juli dan Agustus adalah tahun ajaran baru. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah kenaikan biaya untuk SD, SMA dan akademi,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.