Kamis, 21 Oktober 21

Dua Alumnus Unand Siap Hadapi Keluarga Sarpin Rizaldi

Dua Alumnus Unand Siap Hadapi Keluarga Sarpin Rizaldi
* Sarpin Rizaldi

Padang, Obsessionnews – Dua alumnus Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Feri Amsari dan Charles Simabura, menghormati sikap adik Sarpin Rizaldi, Alfikri Mukhlis, dan tokoh-tokoh suku Tanjung Koto Lalang, Kabupaten Padang Pariaman, yang melaporkan mereka ke Polda Sumatera Barat.

Feri Amsari yang juga dosen Unand dan pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unand mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum. Menurutnya, dasar pelaporan yang dilakukan Alfikri Mukhlis dan tokoh-tokoh suku Koto Lalang adalah delik aduan. Seharusnya yang mengadukan adalah Sarpin.

Feri mengaku mengetahui keluarga Sarpin melaporkannya ke Polda Sumbar pada Kamis (26/2). “Hingga hari ini Jumat (27/2) saya belum terima surat panggilan, dan saya baru tahu dilaporkan ke Polda Sumbar lewat media pada Kamis (26/2),” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Jurusan Hukum Tata Negara Unand Charles Simabura. “Kita menghormati sikap keluarga Sarpin yang melaporkan ke Polda Sumbar Barat,” kata Charles Simabura kepada obsesionnews.co, Jumat (26/2).

Dia belum bisa berkomentar banyak, karena belum mengetahui substansi aduan yang dialamatkan keluarga Sarpin kepadanya. Ia mengaku sudah mengetahui keluarga Sarpin melaporkan dirinya ke Polda Sumbar lewat media. Dia sudah menyiapkan kuasa hukum untuk menghadapi proses hukum di Polda Sumbar.

Seperti diketahui, putusan hakim tunggal Rizaldi Sarfin yang mengabulkan praperadilan yang diajukan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, selain menimbulkan pro dan kontra, juga berujung kepada proses hukum. Proses hukum terkait pernyataan dua alumnus Unand, Feri Amsari dan Charles Simabura, yang menyatakan  Sarpin “dibuang” secara adat.

Berdasarkan pernyataan yang dimuat di sebuah surat kabar di Sumbar, Alfikri Mukhlis bersama  sejumlah tokoh  suku Tanjung Koto Lalang, Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman melaporkan Feri Amsari dan Charles Simabura ke Polda Sumbar, Rabu (25/2) sore. Alfikri mengatakan, ia melaporkan mereka karena tidak terima atas penyataan mereka. Langkah hukum itu dilakukan atas kesepakatan suku Tanjung setelah membaca sebuah surat kabar dengan judul Sarpin “Dibuang” secara Adat.

“Suku Tanjung Koto Lalang tidak pernah membuang Sarpin Rizaldi secara adat,” kata Alfikri Mukhlis usai dimintai keterangan di Ditreskrim Polda Sumbar.

Alfikri mengatakan, apa yang dilakukan Sarpin Rizaldi yang ditunjuk sebagai hakim tunggal dalam menangani praperadilan Budi Gunawan saat itu tidak ada kaitannya dengan adat.

Dalam kesempatan yang sama koordinator suku Tanjung, Chandra Wasih, mengatakan, pihaknya sangat dirugikan dengan pernyataan kedua alumni Universitas Andalas dimaksud. Menurutnya, yang bisa mengeluarkan Rizaldi Sarpin dari adat adalah ninik mamak atau datuk-datu dari suku Tanjung. (Musthafa Ritonga)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.