Jumat, 3 Februari 23

Drama Seru Final Piala Dunia 2018, Prancis Bekuk Kroasia

Drama Seru Final Piala Dunia 2018, Prancis Bekuk Kroasia
* Para pemain Prancis merayakan gol Mbappe, gol keempat bagi mereka di laga final Piala Dunia melawan Kroasia. (BBC)

Lewat pertandingan final yang sangat seru dan menarik, Prancis memastikan sebagai juara Piala Dunia 2018 setelah menaklukkan Kroasia 4-2 di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7) malam WIB.

Drama komplet benar-benar tersaji di Moskwa, mulai dari hujan gol, kontroversi VAR, gol bunuh diri, gol penalti, gol jarak jauh, hingga blunder fatal kiper. Gol-gol dari Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Paul Pogba, dan bunuh diri Mario Mandzukic memastikan titel Piala Dunia kedua untuk Les Bleus.

Kroasia sempat memberi perlawanan lewat Ivan Perisic dan Mandzukic, namun tak banyak menolong.

Lewat gelar juara dunia ini, Prancis berhasil mengobati kekalahan menyakitkan melawan Portugal di final Euro 2016 yang dihelat di kandang sendiri.

Pelatih Prancis Didier Deschamps juga membuat rekor langka di mana ia berhasil pemenang Piala Dunia sebagai pelatih sekaligus pemain, mengikuti jejak Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer.

Kroasia dan Prancis sama-sama tampil dengan kekuatan penuh di laga ini. Di menit ke-18, terjadi momen cukup mengejutkan ketika tendangan bebas Griezmann mengenai kepala Mandzukic dan masuk ke gawang.

Mandzukic, sang pahlawan kemenangan Kroasia atas Inggris di semi-final, mengalami perubahan nasib secara drastis dengan mencetak gol bunuh diri di final!

Final Piala Dunia 2018: Prancis 4-2 Kroasia. (goal.com)

Tertinggal satu gol, Kroasia mencoba menggencarkan gempuran dan tepat sepuluh menit kemudian, mereka berhasil menyamakan skor.

Dari situasi tendangan bebas, aliran bola melewati kepala Mandzukic dan Domagoj Vida sebelum jatuh di kaki Ivan Perisic. Dengan sekali tipuan, sayap Inter Milan ini langsung melepaskan tembakan kaki kiri kencang yang tak bisa dibendung Hugo Lloris.

Beberapa menit berselang, sebuah insiden kontroversial tersaji ketika sebuah sepak pojok Prancis mengenai tangan Perisic. Wasit Nestor Pitana asal Argentina tampak cukup lama melihat tayangan ulang dari VAR sebelum akhirnya menghadiahkan penalti.

Griezmann yang menjadi eksekutor titik putih melakukan tugasnya dengan baik untuk mengembalikan keunggulan.
Pasukan Zlatko Dalic sempat memberikan tekanan di sisa waktu paruh pertama seiring terciptanya sejumlah peluang, namun skor 2-1 untuk Prancis tetap bertahan hingga turun minum.

Kroasia langsung tancap gas sejak awal babak kedua. Diawali dengan sepakan keras Ante Rebic berhasil ditepis Lloris, kiper Prancis itu kemudian juga sempat keluar dari sarangnya untuk momotong umpan terobosan berbahaya Kroasia.

Pertandingan berjalan menarik, karena setelahnya Prancis nyaris memperbesar skor setelah Mbappe melakukan sprint kencang namun gagal menaklukkan Danijel Subasic. Meski momentum laga sempat terhenti akibat ulah penonton tak bertanggung jawab yang masuk ke lapangan, kedua tim tetap menampilkan permainan terbuka.

Luapan kegembiraan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (BBC)

Counter attack Prancis berikutnya kemudian berubah gol. Paul Pogba menjadi otak serangan ini sebelum bola jatuh kembali di kakinya. Gelandang Manchester United ini lantas langsung melepaskan dua tembakan beruntun dari luar kotak penalti, dengan yang kedua berhasil bersarang di gawang Subasic.

Di menit ke-65, gol tendangan luar kotak penalti kembali tercipta. Menerima umpan Lucas Hernandez di depan kotak penalti, Mbappe secara brilian menembak kencang dan berbuah gol. Ia menjadi remaja pertama yang mencetak gol di final Piala Dunia sejak legenda Brasil Pele melakukannya di final edisi 1958.

Prancis unggul 4-1, tetapi hujan gol dan kegilaan di final ini ternyata belum selesai. Secara tak terduga, Lloris melakukan blunder di area sendiri. Menerima back-pass dari Samuel Umtiti, Lloris malah bermain-main dengan bola dan mencoba melewati sergapan Mandzukic. Sialnya, bola malah mengenai striker Kroasia dan masuk ke gawang

Gol ini menghidupkan harapan Kroasia. Di sepanjang 20 menit terakhir, mereka terus menekan Prancis dan menciptakan sejumlah peluang, seperti sepakan Rakitic di menit ke-77 yang masih melebar. Namun hingga tambahan waktu lima menit, skor 4-2 untuk kemenangan Prancis tidak berubah.

Kroasia beberapa kali mencoba bangkit, namun malam ini bukan bagi mereka untuk mencatat sejarah.

Meski demikian, mereka boleh berbangga.

Turun bukan sebagai bukan tim unggulan, Kroasia meraih nilai sempurna sembilan di babak penyisihan grup dengan mengalahkan Nigeria, Islandia dan Argentina.

Lionel Messi dan kawan-kawan dibuat tak berdaya dan mereka harus mengakui keunggulan Kroasia 3-0.

Di babak 16 besar, Kroasia menang 3-2 dalam adu penalti melawan Denmark, setelah hingga babak perpanjangan waktu berakhir kedua tim bermain imbang 1-1.

Di perempat final, lagi-lagi Kroasia harus melakukan adu penalti, kali ini melawan tuan rumah Rusia, dan mereka menang 4-3.

Di semifinal Krosia, yang tak diunggulkan para pengamat menyingkirkan tim muda Inggris 2-1.

Staminan dan semangat tak gampang menyerah ditambah dengan pengalaman membuat tim Kroasia bisa berlaga di laga puncak.

Tak mengherankan jika jenderal lapangan tengah mereka, Luka Modric ditetapkan sebagai pemain terbaik di turnamen Piala Dunia ini.(Goal.com/BBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.