Rabu, 27 Oktober 21

Drama Politik dan Hukum Kita yang Amat Sangat Menjengkelkan

Drama Politik dan Hukum Kita yang Amat Sangat Menjengkelkan
* Jacob Ereste

Jeng Ratna, sungguh drama politik dan hukum kita yang amat sangat menjengkelkan,

Benar juga dugaanmu, jika surat balasanku untukmu yang kulansir juga di WA akan mendapat tanggapan dan reaksi yang beragam dari relasi kita. Padahal maksudku sekedar mau berbagi jika Drama Politik & Hukum yang sedang riuh jadi tontonan banyak orang, merupakan fenomena sosial yang akan lebih bijak dicermati tidak cuma dari bilik politik atau cuma hukum belaka.

Drama Politik & Hukum itu sebagai peristiwa budaya, jitu sekali kau katakan, meski muatan nilainya sangat menjijikkan lantaran mempertontonkan prilaku busuk dan degil para aktor politik kita yang menang kotor.

Tanggapan kawan di WA lumayan seru, hanya saja meteka tidak memperoleh gambaran yang pulgar, betapa para aktor politik dan hukum di negeri kita sekarang yang tengah menguasai panggung besar pementasan.

Pandangan positifnya tergadap drama politik & hukum yang menyedot energi banyak orang itu, benar bisa telah mengalihkan tontonan penirsa telenoveka murahan yang tak ada nilai edukasinya untuk anak-anak apalagi untuk penonyon yang dewasa.

Sebagai peristiwa budaya, drana politik & hukum yang lagi membombandir banyak orang itu, memang berhasil menunjukkan keadaan yang sesungguhnya dari kondisi politik & hukum di negeri kita yang sungguh runyam.

Agaknya, lantaran kawan-kawan dan saudara kita yang lain memperoleh gambaran yang kabur dari dialog kita, hingga wajar saja ada yang setengah komplain karena sambil bercanda juga mereka bertanya, siapa Ratna yang sesungguhnya.

Asmawati misalnya sempat mengingatkan di WA namamu tak ada, yang ada katanya adakah Kartika….haaaaa padahal aku pun belum juga dia kenalkan dengan Kartika….haaa..

Ya, Jeng Ratna sih nggak usah gakau, meski tetap penasaran ingin mengukuti cerita dan berita dari Ibu Kota. Menang tidak semua komunikasi kita aku lansir di WA. Sebab, seperti Diajeng tahu lembaga sensor kita lagi super sensitif, belum lagi aparat penegak hukum yang suka mencari-cari kesalahan kita atas dasar UU ITE yang bisa menjerat setiap orang yang agak miring ngomong lewat media sosial.

Perdapatmu ikhwal drama politik & hukum yang terang terlihat telanjang mengurai anatomi politik dan hukum kita, aku sepakat bisa membuat kita lebih dewasa, bila mau melihatnya dengan cara yang bijak, tidak atas rasa kejengkelan dan kemuakan, apalagi karena dendam sosial akibat rasa keadilan kita yang mereka tohok secara telak dan semena-mena.

Aku kira segini dulu ya. Nanti kita sambung lagi. Sebab cerita masalah drama politik & hukum sungguh terasa amat melelahkan. Dan sebagai tontonan pengganti sinetron maupun telenovela, aku kira kalau salah mencerbanya pun bisa cilaka serta berbahaya pula.

Banten, 18 November 2017

Wassalam
Jacob Ereste

Mantan tim sukses Jokowi

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.