Selasa, 30 November 21

DPRD Jatim Anggap Pernyataan Ahok Tak Rasional

DPRD Jatim Anggap Pernyataan Ahok Tak Rasional
* Suli Da'im, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim

Surabaya, Obsessionnews – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menilai program penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya gagal dan berdampak makin meluasnya prostitusi terselubung, mendapat protes dari DPRD Jawa Timur (Jatim). (Baca Juga: Ahok: Sulit Bersihkan Rumah Indekos Jadi Prostitusi)

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im menganggap wacana Ahok yang akan membuat lokalisasi merupakan ide sesat dan tak rasional. Ahok beralasan pekerja seks komersial (PSK) menyebar ke mana-mana sebagai dampak dari penutupan Dolly. (Baca Juga: ‘Ahok Surabaya’ Usulkan Lokalisasi Dihidupkan Kembali)

Menurut Suli, Ahok tidak boleh menyamakan antara DKI Jakarta dengan Jatim. Suli menantang Ahok untuk beradu data terkait program penutupan Dolly yang dinilai gagal dan berdampak makin meluasnya prostusi terselubung.

“Itu hanya justifikasi saja. Ngawur itu. Kalau mau melegalkan prostitusi jangan dikaitkan dengan daerah lain. Karena komitmen Jatim jelas bebas dari lokalisasi dan memerangi prostitusi,” katanya kepada obsessionnews.com ketika ditemui di DPRD Jatim, Senin (4/5).

Pelacuran atau prostitusi adalah penyakit masyarakat yang ada sejak zaman dahulu kala. Tapi bukan berarti hal itu harus dilegalkan, karena seluruh ajaran agama yang ada mengharamkan pelacuran.

Tindakan itu masuk kategori dosa besar kalau masih ada pelacuran baik yang terselubung maupun terang-terangan. Menutup lokalisasi bukan berarti secara otomatis menghilangkan pelacuran. Jika masih ada yang praktik sembunyi-sembunyi, menjadi tugas aparat penegak hukum untuk menindaknya.

Suli lebih setuju tindakan preventif dengan melakukan penyuluhan yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sebab, benteng dari penyakit menular seksual bukan kondom tapi menghindari seks di luar nikah.

“Saya tidak setuju dengan program kondomisasi, karena itu sama dengan membolehkan seks pra nikah asal menggunakan kondom. Itu pemahaman yang keliru,makanya saya tolak,” tegasnya. (Adi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.