Jumat, 30 Oktober 20

DPR: Vaksin Palsu Ancam Kepentingan dan Keamanan Nasional

DPR: Vaksin Palsu Ancam Kepentingan dan Keamanan Nasional
* Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Achmad.
Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Achmad menilai terbongkarnya  kasus vaksin palsu sangat berbahaya untuk anak-anak, dan bisa mengancam ‎kepentingan dan keamanan nasional. 
Menurutnya, meski  belum ada penelitian medis yang ilmiah dan akurat,  namun secara sederhana bahaya vaksin palsu yang paling konkrit adalah tidak terlindunginya anak-anak tersebut dari ancaman penyakit yang seharusnya didapat dari vaksinasi.

“Merujuk pada korbannya yang sangat banyak dan merupakan generasi muda, kasus vaksin palsu ini dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasional,” ujarnya lewat siaran pers, Senin (18/7/2016).

Sufmi menyayangkan, tidak adanya peran Badan Intelijen Negara dalam kasus ini. Sebab, vaksin palsu sudah berlangsung selama 13 tahun, namun kejahatan ini baru terungkap.

Ia menyebut, dalam Pasal 4 UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelejen Negara mengatur bahwa Intelijen Negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional.

“Seharusnya,  BIN tidak mempersepsikan ancaman terhadap kepentingan dan kemananan nasional dalam arti sempit seperti soal terorisme atau separatisme belaka.  Kasus seperti vaksin palsu ini justru merupakan ancaman yang lebih nyata,” ungkapnya.

Ada gejala  BIN kurang dapat menjalankan fungsi penyelidikannya dalam kasus ini. Sebab kata dia,  pada awal pelantikannya Kepala BIN menyatakan akan merekrut 1000 orang anggota dengan kualifikasi dari berbagai disiplin ilmu, jelasnya.

“Kalau fungsi penyelidikan tersebut berjalan, saya yakin kasus ini sudah terungkap jauh hari sehingga banyak anak yang bisa diselamatkan,” katanya.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.