Jumat, 24 September 21

DPR: Sesuai UU Panglima TNI Harus Bergantian

DPR: Sesuai UU Panglima TNI Harus Bergantian
* TB Hasanuddin

Jakarta, Obsessionnews – ‎Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Mayjen TNI (Purn) Tubagus (TB) Hasanuddin menyatakan, persoalan penunjukan panglima TNI tidak perlu diributkan. Sebab, hal itu sudah menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, kata‎ TB jika harus mengacu kepada UU TNI maka calon Panglima TNI harus dilakukan secara bergantian. Hal ini kata dia juga sesuai dengan kebiasaan Presiden sebelumnya sejak jaman Abdurrahman Wahid sampai Megawati Soekarnoputri.

“Terkait dengan calon Panglima TNI, UU 34/2004 tentang TNI khususnya pasal 13 ayat 4 menyatakan bahwa jabatan panglima sebagai mana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan,” kata TB Hasanuddin, Rabu di DPR (10/6/2015).

Tafsir mengenai bergantian memang bermacam-macam ada yang mengatakan harus urut kacang ada juga yang mengatakan pergantian dari ‎antara Kepala Staf TNI baik Angkatan Darat, Laut, maupun Udara. Yang jelas, kata TB panglima bergantian bukan tradisi yang diberlakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu.

“Pada saat jaman Gusdur dan Mega pasal ‘bergantian’ merupakan koreksi terhadap kebiasaan orde baru yang menjabatkan Panglima TNI selama 31 tahun hanya oleh satu angkatan saja tentu demi kepentingan politik orde baru saat itu,” ungkapnya.

Untuk itu, Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini menyimpulkan pada akhirnya ini sangat tergantung kepada presiden sebagai pemegang hak prerogatif. TB juga yakin keputusan Presiden menunjuk calon Panglima TNI sudah melalui proses yang cukup panjang, dengan memperhitungkan berbagai aspek, termasuk aspek politik dengan segala resikonya.

‎”Dengan demikian, apapun keputusan Presiden kami menghormatinya karena presiden lah pemiilik hak perogeratif itu,” pungkasnya.

Presiden Jokowi sebelumnya  telah memilih Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal panglima TNI. Nama Gatot diusulkan Jokowi ke DPR pada Selasa (9/6/2015) sore.
Bila lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Gatot akan menjadi panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan pensiun pada 1 Agustus 2015. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.