Jumat, 24 September 21

DPR: Perizinan Soal Migas Masih Membahayakan

DPR: Perizinan Soal Migas Masih Membahayakan

Jakarta, Obsessionnews – Komisi VII DPR RI masih ragu pemindahan kewenangan perizinan minyak dan gas bumi (migas) ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan berjalan dengan baik tanpa ada mafia di dalamnya. Sebab, proses perizinanya akan semakin lama.

Ketua Komisi VII DPR ‎Kardaya Warnika mengatakan, indikator ini bisa dilihat ketika Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tidak memberikan respon yang besar saat pemindahan perizinan itu diberlakukan. Bisa jadi kata Warnika, yang akan mereka hadapi adalah orang-orang yang tahu persoalan migas.

“Dalam hati mereka mungkin bertanya ini dipindahkan buat apa lagi. Yang dihadapi orang-orang yang tidak mengerti, bisa jadi pemindahan perizinan ke BKPM bisa tambah lama,” ujarnya di DPR, Kamis (20/5/2015).

Menurutnya, Indonesia selalu dihadapkan pada persoalan kirisis energi. Namun terkadang pemerintah kata Warnika, kerap memberikan kebijakan yang kurang mendasar, tanpa mau melihat persoalan secara menyeluruh.

“Perizinan sering kali hanya sekedar perbaikan-perbaikan. Kalau mau, hilangkan izin-izin seperti tender dan izin-izin yang tidak perlu,” terangnya.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Sahid telah menyerahkan 42 dokumen perizinan hulu migas kepada BKPM Fraky Sibarni. Wanika menyangkan pemerintah telah membuat eksperimen besar dengan menyerahkan persoalan migas kepada orang yang bukan ahlinya.

Seperti halnya Kepala ‎Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi. Amien notabene adalah mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak tahu persoalan migas. “Jabatan yang diduduki oleh orang tidak memiliki background profesional migas, ya saya hanya bisa mendoakan semoga berhasil,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.