Kamis, 18 Juli 19

DPR Optimis Kunjungan Wisatawan Asing Capai 20 Juta Pertahun

DPR Optimis Kunjungan Wisatawan Asing Capai 20 Juta Pertahun
* Ridwan Hisjam memberikan materi soal kepariwisataan di IKIP Budi Utomo.

Malang, Obsessionnews.com – Anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam mengatakan, sektor pariwisata belum bisa menjadi penyumbang devisa terbesar pertama jika target wisatawan mancanegara belum mencapai 20 juta pertahun. Data sementara hingga saat ini, jumlah wisatawan asing baru mencapai 15 juta.

“Kalau pemerintah menginginkan pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar negara targetnya jumlah wisatawannya harus mencapai lebih dari 20 juta. Tahun ini baru 15 juta masih ada harapan target itu bisa dicapai pada 2019,” ujar Ridwan dalam acara Pelatihan SDM Kepariwisataan di IKIP Budi Utomo, Kota Malang, Minggu (1/10/2017).

Ia menyebut devisi terbesar negara saat ini nomor satu masih didapat dari sektor minyak dan gas bumi, kedua di sektor mineral dan batu bara, dan ketiga baru di sektor pariwisata. “Tadinya sektor pariwisata berada diurutan keempat, dan urutan ketiganya ada di perkebunan. Sekarang sudah naik, ini artinya ada peningkatan,” terangnya.

Anggota dari daerah pemilihan Malang Raya ini mengungkapkan, sangat mungkin pariwisata Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Selain mendapat dukungan dari DPR, ada beberapa faktor lain. Salah satunya sumber daya alam di sektor wisata sulit hilang atau mati dibandingkan di sektor energi migas.

“Peluang menjadikan pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar masih ada, karena kalau sektor tambang ini sudah terkeruk semua SDA-nya, maka untuk bisa tumbuh lagi membutuhkan waktu sangat laman jutaan tahun. Kalau pariwisata kan tidak,” jelasnya.

Untuk itu, mantan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini menyambut baik diadakan Pelatihan SDM kepariwisataan ini di Kampus IKIP Budi Utomo yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. Menurutnya, untuk meningkatkan pariwisata Indonesia, pemerintah memang harus rajin memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat.

“Kalau pariwisata ingin maju, mau tidak mau pemerintah harus melibatkan masyarakat,” tuturnya.

Adapun peran mahasiswa untuk bisa memajukan pariwisata kata Ridwan, bisa melalui dengan aktif mempromosikan produk lokal, baik, pariwisata daerah, kuliner, karya seni, dan kebudayaan di media sosial. Sebab di era melenial ini, anak muda sudah menjadikan media sosial sebagai komunikasi yang efektif.

“Kita tidak boleh kalah Malaysia dengan Thailand dan Vietnam dalam hal pendapatan pariwisata. Indonesia ini negara besar banyak pariwisata kita yang bagus dan perlu dikembangkan, bukan hanya Bali tapi di daerah-daerah lain,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.