Kamis, 23 Januari 20

DPR Heran Napi Bebas Bersyarat Bisa Ledakkan Bom

DPR Heran Napi Bebas Bersyarat Bisa Ledakkan Bom
* Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin heran mengapa narapidana (napi) yang dinyatakan bebas bersyarat bisa melakukan aksi teror dengan melempar bom molotov di Gereja Oikumena, Samarinda, Kalimantan Timur.

‎Diketahui satu dari tiga pelaku pelempar bom molotov yang tertangkap diketahui bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia yang pernah dipenjara dalam kasus terorisme.

Joh‎ pernah dipenjara sejak 2012 karena terlibat kasus peledakan bom buku di Jakarta pada 2011. Ia divonis 3,5 tahun dan dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 juli 2014.

“Kalau bebas bersyarat, berarti dia kan wajib lapor. Tentunya napi yang bebas bersyarat kan wajib dipantau oleh polisi. Apalagi kasusnya terorisme. Kok dia bisa pergi ke Kalimantan. Apalagi sampai bisa ngebom,” ujar Tubagus di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Tubagus menilai, ini adalah kesalahan atau bagian dari keteledoran aparat penegak hukum yang tidak bisa memberikan pengawasan yang baik terhadap para napi terorisme. Ia mengutuk aksi ini, karena telah menewaskan anak balita.

“Memang pelaku melempar bom molotov. Tapi, faktanya ada korban jiwa. Ini kan sebuah ironis,” katanya.

Politisi PDI-Perjuangan ini meminta Polri, BIN dan BNPT untuk meningkatkan pengawasan terhadap jaringan orang-orang yang sudah masuk dalam daftar pengawasan terorisme dan yang pernah berhubungan.

Selain itu, data intelijen dari semua elemen intelijen dikompilasikan secara komprehensif, agar menghasilkan kesimpulan intelejen yang akurat.

“Data akurat itulah dapat digunakan untuk melakukan pemberantasan teroris di lapangan. Tanpa data akurat kita akan kecolongan,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.