Selasa, 21 September 21

DPP PDI-P Adakan Tes Balon Kepala Daerah Jateng

DPP PDI-P Adakan Tes Balon Kepala Daerah Jateng
* Bambang Pacul dengan suara lantang menegaskan partai PDI-P tetap memilih calon yang berkompeten di pilkada kelak. (Yusuf IH)

Semarang, Obsessionnews – Atas repson mendekatnya momen Pilkada, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan tengah mengadakan fit & proper test bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di posko Marhaen pada Kamis, (28/5/2015).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jateng, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul, menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk instrumen lanjutan menjaring calon Walikota atau Bupati yang berkompeten sebagai rekomendasi. Meski begitu Bambang melihat banyak peserta calon Kepala Daerah belum siap menjalani tes.

“Contoh wilayah yang ditinggal incumbent, seperti Klaten, itu belum ada tokoh kuat. Kabupaten Pekalongan, itu juga belum ada tokoh kuat,” terangnya dalam konferensi pers.

Kendati pengadaan tes dilaksanakan oleh pimpinan pusat, DPD PDI-P tetap mensupport kegiatan ini. Pihaknya beralasan agar para calon tidak mengeluarkan biaya banyak apabila fit & proper test digelar di Jakarta.

“Kami posisi memfasilitasi, bahasa menterinya hanya supporting. Polanya itu Raja Walikan,” jelas anggota DPR RI tersebut.

PDI2

Bambang menjelaskan dari 58 orang calon yang diundang, sebanyak 2 orang ijin tidak menghadiri fit & proper test. Meski begitu pihaknya tetap memperbolehkan dua orang tersebut mengikuti ujian susulan. Ia mengingatkan agar para calon untuk tetap bekerja meskipun belum mendapat rekomendasi partai.

Tersirat, Bambang menjelaskan ada 12 daerah yang mungkin diajukan PDI-P. Meski begitu ia enggan menerangkan kedua belas daerah tersebut. “Saya tidak boleh menyebut, nanti saya dianggap mendahului pimpinan pusat partai.”

Dirinya juga menegaskan partai berlambang banteng tersebut membutuhkan syarat ketokohan, disamping persyaratan lain. Dia menegaskan seluruh syarat lolosnya calon tergantung dari kinerja dan potensi masing-masing personal. “ Itu salah satunya bos. Tokoh mungkin ndak kuat tetapi dia punya potensi, nah itu baru bisa (dicalonkan),” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.