Selasa, 14 Juli 20

DPP Golkar Diminta Selektif Menempatkan Kadernya di Jabatan Publik

DPP Golkar Diminta Selektif Menempatkan Kadernya di Jabatan Publik
* Kader muda Golkar Syamsul Rizal.

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Golkar tengah melakukan konsolidasi menjaring nama-nama kadernya untuk mengisi jabatan publik baik di legislatif maupun di eksekutif. Atas dasar itu, Syamsul Rizal Kader Muda Golkar dan juga Koordinator presidium Garda Panca Bhakti meminta DPP Partai Golkar benar-benar selektif.

Syamsul meminta kader yang akan ditempatkan adalah mereka yang tidak tersandera, punya pengalaman berorganisasi, serta punya syarat mutlak PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyal, dan tidak tercela. Hal ini diperlukan untuk menjaga marwah Golkar.

MSR sapaan akrab juga menegaskan bahwa DPP PG harus belajar dari pengalaman bahwa berkurangnya kursi parlemen dan turunnya suara partai golkar pada Pemiliu 2019 disebabkan dari beberapa masalah yang rentan, seperti utamanya adalah kasus korupsi.

“Contoh kasus yang melanda mantan Ketum Golkar Setya Novanto juga beberapa kader yang saat ini mendekam di tahanan KPK dalam kasus korupsi e-KTP, PLTU dan lain-lain. Termasuk juga ada indikasi korupsi yang sudah disebut dalam keterangan Enny Saragih dan Idrus Marham dalam sidang Tipikor,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (29/5).

Dalam memilih figur publik itu, MSR meminta DPP Golkar tidak boleh menggunakan pendekatan perkawanan, pertemanan apalagi memiliki hubungan bisnis dengan elit partai itu sendiri. Kader yang didorong menjadi figur publik seperi calon Ketua MPR kedepan adalah kader yg bersih, tidak cacat namanya dilembaga hukum manapun.

“Memang ada wacana terakhir disebut sembilan nama calon ketua MPR dan dari 9 nama tersebut ada 6 orang yang terindikasi memiliki kasus di KPK yang menurut saya hal ini bisa menjadi bom waktu bagi Partai Golkar ke depan,” ujarnya.

Namun, SMR masih enggan menyebut siapa 6 orang orang yang memiliki catatan buruk di KPK. Adapun terkait wacana percepatan Munas Partai Golkar, SMR juga menegaskan bahwa Munas pada bulan oktober itu adalah keharusan karena selain Oktober adalah bulan kelahiran Partai Golkar, bulan Oktober juga sudah menjadi konsensus Golkar dari masa ke masa.

“Untuk itu saya menghimbau kepada para senior untuk tidak merubah konsensus itu,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.