Sabtu, 4 Juli 20

DPD RI Dorong UMKM dan Koperasi untuk Mudah Dapat Modal dari LPDB

DPD RI Dorong UMKM dan Koperasi untuk Mudah Dapat Modal dari LPDB
* Rapat Komite IV DPD RI dengan Direktur Utama Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB), Brahman Satyo, di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018), guna membahas pengelolaan dana bergulir.

Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan mendorong koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mudah mendapatkan modal dari Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB). Keputusan ini dicapai dalam rapat Komite IV DPD RI dengan Direktur Utama LPDB, Brahman Satyo, di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018), guna membahas pengelolaan dana bergulir.

Anggota DPD RI alas Aceh, Ghazali Abbas, menegaskan, LPDB sangat dinantikan di daerah. “Saat reses, karena di daerah masyarakat kekurangan modal dalam menjalankan UMKM. Mungkin ada mekanismenya yang memudahkan sehingga masyarakat bisa mendapat modal. Dan sebetulnya masyarakat berharap lembaga seperti ini bukan hanya di pusat, tapi juga hadir di daerah, apa dasar pemikirannya lembaga ini tidak ada di daerah?” kata Ghazali.

Anggota DPD RI asal Bangka Belitung, Herry Erfian mengungkapkan bahwa Aparat Penegak Hukum menyulitkan pelaku UMKM. “Kesepakatan yang sudah dibuat dengan LPDB menjadi dasar dalam tenggang pelunasan dana, dalam hal ini pelaku UMKM dan koperasi menjadi tidak nyaman karena diharuskan segera melunasi utangnya oleh Aparat Penegak Hukum (APH),” bebernya.

“Padahal baru satu kali melewati dari jatuh tempo yang sudah ditentukan, dan bukan berarti harus langsung dilunasi seluruh pinjaman dananya. Nah, sejauh mana peran APH dalam kerjasama debitur dan pemberi pinjaman dana?” ucap Herry

Anggota DPD RI asal Bengkulu, Ahmad Kenedy menanyakan soal keberadaan LPDB, dan pendelegasian staf LPDB di daerah. “Seharusnya ada penugasan staf di daerah sebagai penghubung atau perwakilan di provinsi. Dan satu lagi, bagaimana mekanismenya agar lebih bagus supaya LPDB saat ke daerah maka bisa kami terima bersama-sama. Agar kita bisa sama-sama mengembangkan koperasi dan UMKM di daerah,” harapnya.

Sementara dalam pemaparannya, Direktur Utama LPDB, Brahman Satyo menjelaskan, sebagian besar dana bergulir sebagian besar diakses di pulau Jawa. “Dana bergulir itu 70% beredar di Jawa. Kenapa? karena kreatifitas masing-masing dinas koperasi. Saya ingin di 2018 dana bergulir bisa menyebar merata bukan hanya di Jawa,” paparnya.

Brahman mengatakan, dirinya terus berupaya membangun komunikasi langsung dengan dinas Koperasi provinsi di Indonesia dengan membentuk group whatsapp (WA). “Teman-teman di provinsi itu sudah ada gadget yang ada di daerah, sehingga ada grup WA saya bentuk dengan dinas koperasi di provinsi untuk share. Saya bahkan minta mencari 10 koperasi dan 10 UMKM agar diserahkan ke saya, dan saya akan tawarkan dan LPDB agar tidak hanya berputar di Jawa saja dananya,” tandas Dirut LPDB.

“Dan selaku unsur pembina di daerah, saya ingin setiap saat bisa bertemu dengan pelaku koperasi. Yang pasti, masalah utamanya adalah permodalan,” tambahnya.

Ia menegaskan, hanya koperasi-koperasi yang berkualitas yang bisa mendapatkan dana bergulir dari LPDB sehingga LPDB harus clear and clean untuk memberikan dana tersebut. LPDB tidak hadir di daerah karena menurut dia, LPDB berdasarkan ijin dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan).

Terkait dengan pendampingan, menurut Bram, untuk mengurangi resiko LPDB kerjasama 1.700 satgas Deputi Pengawasan untuk menjadi pendamping di daerah. “Karena kalau kami lakukan pendampingan akan sulit. Nah, teman-teman itu bisa kami berikan honor juga nantinya. Dan bagi Koperasi dan UKM yang mendapatkan dana bergulir wajib mendapatkan pendampingan di daerah,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan Anggota DPD RI soal kerjasama LPDB dengan Aparat Penegak Hukum, Brahman menyatakan bahwa LPDB memang ada kerjasama dengan kejaksaan, tapi ke depan LPDB akan mengakhiri kerjasama tersebut dan lebih menghargai surat kesepakatan di awal yang berisi tentang kapan pinjaman dana bergulir tersebut dilunasi. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.