Sabtu, 8 Oktober 22

Dosen Terdakwa Korupsi Rasakan Kursi Panas Tipikor

Dosen Terdakwa Korupsi Rasakan Kursi Panas Tipikor

Semarang, Obsessionnews – Andi Sahara, Dosen Politeknik Perhubungan Kota Tegal, terduga koruptor atas proyek pembangunan pekerjaan lanjutan asrama dan kelas tahap II pada Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan Kota Tegal tahun 2013 kini merasakan kursi panas pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sidang perdana beragendakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengusung Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Heryono. Sri mendakwa Andi Sahara bersama-sama Direktur PT Galih Medan Persada (PT GMP) Supandi (tersangka lain) melakukan tindak pidana korupsi dan menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 4,3 miliar.

Dalam dakwaan, JPU kerugian keuangan Negara tersebut berasal dari temuan ahli yang dihitung dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dalam pemeriksaan, ahli menemukan banyak pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kontrak.

“Dari hasil pemeriksaan itu, beberapa item pekerjaan seperti beton, lantai, keramik, rangka plafond, tebal kaca, pasangan bata dan pekerjaan lain tidak sesuai dengan kontrak,” kata Sri Heryono dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Suprapti, Rabu (7/10/2015).

Andi Sahara juga diduga tidak menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dalam proyek tersebut. Agus bersama rekanan PT Galih Medan Persada menyatakan pekerjaan telah 100% selesai.

“Padahal dari pemeriksaan terakhir, pekerjaan proyek yang seharusnya selesai pada akhir 2013 itu baru mencapai 83%. Meski begitu, terdakwa menyatakan bahwa pekerjan dianggap selesai 100% dan pembayaran juga dilakukan penuh. Sehingga dalam hal ini, terjadi kelebihan bayar sebesar Rp2,2 miliar,” ungkap dia.

Sementara kuasa hukum terdakwa, Dani Sriyanto mengaku, belum mengambil sikap akan mengajukan eksepsi atau tidak. Meski begitu, pihaknya meminta waktu satu minggu untuk memastikan apakah akan mengajukan eksepsi.

“Kami meminta waktu satu minggu yang Mulia. Jika minggu depan ternyata kami tidak mengajukan eksepsi, berarti kami tidak keberatan dan langsung kepada pembuktian saja,” kata Dani didampingi terdakwa. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.