Selasa, 19 Oktober 21

Dosa-dosa Besar Penyebab Bencana

Dosa-dosa Besar Penyebab Bencana
* Ilustrasi. (Foto: TW)

Oleh : Ustadz Abu Ziyan Johan Saputra Halim, M.H.I hafidzahullah

Telah kita sebutkan lima poin dosa yang bisa menyebabkan bencana dan mengundang malapetaka, di antaranya :

– Berbuat syirik.
– Pilih-pilih dalam mengimani syariat Allah.
– Menyalahi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam._
– Maraknya penyanyi, alat musik, dan khamr ( miras ).
– Mengingkari takdir Allah dan menebar keraguan tentang Islam.

Berikut ini kita lanjutkan lima poin berikutnya :

> Homoseksual ( Liwaath ).

Allah telah memerintahkan Jibril ‘alaihis salam untuk mengangkat perkampungan kaum Nabi Luth dengan satu sayapnya. Kampung itu dikeruk oleh Jibril lalu diangkat terbang ke langit, sampai-sampai penduduk langit mendengar lolongan anjing kampung tersebut. Kemudian Jibril menjungkir balikkan kampung tersebut, lalu menghempaskannya ke bumi. Kemudian kampung tersebut dihujani dengan batu. Inilah hukuman bagi kaum Luth ( Sodom ) yang melakukan penyimpangan seksual dengan sesama jenis ( Homo ).

Allah Ta’ala berfirman :

فَلَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَا لِيَهَا سَا فِلَهَا وَاَ مْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَا رَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ ۙ مَّنْضُوْدٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
[ QS. Hud: 82 ].

> Kemaksiatan yang merebak dan sudah dianggap biasa.

Jika aurat dan lekuk tubuh sudah lazim dipamerkan, perzinaan perilaku homo dan lesbi sudah biasa, pornografi jadi koleksi di HP, kezaliman gampang ditutupi dengan sogokan, korupsi mentradisi, kehalalan tidak dihiraukan, miras sudah bebas diperjualbelikan, hura-hura dan begadang sudah lumrah sekalipun shalat Subuh ditinggalkan, riba merebak bahkan dihalalkan, judi bola jadi seru-seruan, maka di saat itulah akan turun siksaan yang berlaku merata. Tidak hanya menimpa orang-orang yang bermaksiat saja, tapi juga orang-orang yang saleh dan anak-anak tak berdosa akan kena imbasnya.

Istri Rasulullah , Zainab binti Jahsy pernah bertanya kepada Nabi tentang azab Allah yang menimpa sementara di sekeliling kita masih ada orang-orang saleh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

_/نعم إذا كثر الخبث

“Ya ( azab itu tetap akan menimpa ), manakala kemaksiatan sudah marak.”
[ HR. Bukhari : 3168 dan Muslim : 2880 ]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Wahai kaum Muhajirin, ada lima perkara jika kalian mengalami lima perkara ini ( dan aku mohon perlindungan kepada Allah agar kalian tidak mengalaminya ) :

(1) Tidaklah perbuatan keji ( seperti perzinaan, minum khamr, perjudian, dan lainnya ) dilakukan dengan terang-terangan pada suatu masyarakat, kecuali akan mewabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak pernah menimpa orang-orang dahulu yang telah berlalu.

(2) Tidaklah mereka berbuat culas ( dalam transaksi ) dengan mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan menyusahkan, dan kezaliman penguasa.

(3) Tidaklah mereka menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Andaikata bukan karena ( kasih sayang Allah pada ) binatang-binatang melata, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.

(4) Tidaklah mereka membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul – Nya ( yaitu dengan menyalahi perintah Allah dan Rasul – Nya ), melainkan Allah akan menjadikan musuh dari luar mereka ( yaitu orang-orang kafir ) menguasai mereka dan merampas sebagian hak mereka.

(5) Dan selama pemimpin-pemimpin ( suatu negeri atau masyarakat ) tidak berhukum dengan kitab Allah, dan justru memilah-milih hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan permusuhan terjadi dAsh-Shahihah ama mereka.”

[ HR. Ibnu Majah : 4019. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah: 106 ]

> Sombong dan ingkar pada aqidah yang dibawa oleh Rasul.

Orang-orang sombong dari kaum Nabi Shaleh mengatakan :

“Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.” [ QS. Al-A’raaf : 76 ].

Maka Allah berfirman tentang azab yang menimpa mereka :

فَاَ خَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَ صْبَحُوْا فِيْ دَا رِهِمْ جٰثِمِيْنَ*l

“Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.”
[ QS. Al-A’raaf : 78 ].

> Bertindak zalim, memutus silaturahmi, khianat, dan dusta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِثْلُ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada suatu dosa yang lebih layak untuk disegerakan hukumannya oleh Allah bagi pelakunya di dunia daripada dosa kezaliman dan memutus silaturahmi, ditambah lagi akan ada hukuman di akhirat yang Allah simpan untuknya.”
[ HR. Abu Dawud: 4902, dishahihkan Al-Albani ].

Dalam riwayat Ath-Thabrani ( As-Silsilah As-Shahihah no. 10642 ) yang semakna dengan hadits ini, terdapat tambahan jenis dosa yaitu dusta dan khianat.

▪️ Durhaka pada orang tua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اثنان يعجلهما الله في الدنيا: البغي وعقوق الوالدين

“Ada dua dosa yang akan disegerakan hukumannya oleh Allah di dunia : kezaliman dan durhaka pada orang tua.”
[ Lihat As-Silsilah As-Shahihah no. 1120 ]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.