Rabu, 3 Juni 20

Dorong Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat di Setiap Desa dan Kelurahan

Dorong Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat di Setiap Desa dan Kelurahan

Selama kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), kita ketahui bersama ia menaruh perhatian besar terhadap pembangunan Indonesia dari desa. Salah satu keseriusannya lewat realisasi anggaran pembangunan desa yang terhitung besar selama empat tahun ini (2015-2018), yaitu mencapai Rp187 triliun. Hal itu memang selaras dengan semangatnya membangun Indonesia dari desa.

Dalam pidato pembukaannya di Temu Karya Nasional Teknologi Tepat Guna XX & Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2018 bertempat di Lotus Pond Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jokowi menyatakan semua unsur dan elemen di pusat dan daerah harus saling tersambung, agar proses pembangunan berjalan baik dan optimal. Di acara yang sama dihadiri pula oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Gubernur Bali I Wayan Koster, kepala daerah se-Indonesia, dan jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Badung.

Presiden Jokowi mengungkapkan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa ada di Indonesia. Untuk kisaran Dana Operasional Desa masih dalam tahap diskusi di nominal 4-5% dari anggaran pemerintah desa. Sementara itu, besaran Dana Desa di tahun 2019 disiapkan sebanyak Rp70 triliun yang statusnya kini menunggu persetujuan anggota DPR RI. Sejumlah komitmen anggaran tersebut, sewajarnya pula melahirkan penyerapan anggaran yang tepat guna dalam berbagai aspek pembangunan. Tidak hanya infrastruktur, termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat, keunggulan komoditi masing-masing daerah, maupun inovasi teknologi. Demi terwujudnya desa dan kelurahan yang swadaya, swakarya, serta swasembada.

Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam mempublikasikan, mempromosikan keberhasilan, inovasi serta menjadi ruang berbagi inovasi antar desa dan kelurahan. Selain itu, PINDesKel menjadi wadah sharing pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam memajukan desa dan kelurahan di wilayah masing-masing. Penyelenggaraan itu pun selaras dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa salah satunya adalah pelaksanaan PINDesKel.

Selama tiga hari, 19-21 Oktober 2018, para peserta dari perwakilan 74.957 perangkat desa mengikuti rangkaian kegiatan berbagi pengalaman yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota dalam memajukan desa dan kelurahan di wilayah masing-masing. Selain talkshow, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan di Bali, yakni Desa Kutuh, Desa Punggul, Kelurahan Kubu, dan Kelurahan Kesiman. Keterpilihan keempat area tersebut berdasarkan prestasi perangkat desa dan kelurahan setempat dalam memajukan wilayahnya. Di masing-masing daerah kunjungan, para peserta aktif berdiskusi untuk menggali potensi dan keunggulan tata kelola desa maupun kelurahan setempat.

“Desa dan kelurahan yang dikunjungi para peserta merupakan wilayah yang mampu memahami kendala dan potensi yang dimilikinya. Bukan itu saja, Desa Kutuh juga termasuk delapan desa yang ditetapkan sebagai lab site. Mari bersama-sama kita saling bertukar ilmu dan pengalaman demi mempercepat pembinaan masyarakat, pembangunan pemberdayaan masyarakat, dan penyelenggaraan pemerintahan di desa dan kelurahan. Mengingat kemajuan suatu daerah bergantung pada SDM yang mengelola sumber daya yang ada di wilayahnya,“ ucap Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nata Irawan.

Diadakan pula lomba cerdas cermat dengan rangkaian pertanyaan yang kian mendalami pengetahuan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan dari segi undang-undang maupun peraturan. Provinsi Jawa Timur muncul sebagai juara 1. Selama tiga hari itu, juga diselenggarakan stan pameran dari seluruh daerah di Indonesia beserta sejumlah stan stakeholders, seperti kementerian dan perbankan.Di acara penutupan yang penuh keakraban peserta bersama panitia acara, diumumkan pula provinsi Bengkulu terpilih menjadi tuan rumah untuk tahun 2019.

serta penyerahan hadiah kepada para juara kompetisi inovasi dan stan pameran terbaik.

 

Daftar Pemenang Kompetisi Inovasi

Juara Harapan II, Alat pakan ikan, inovator sudarno, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

Juara Harapan I, Alat Trap Insert, inovator Susanto, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur

Juara 3, Alat pemipil/perontok/pengupas jagung, inovator Tamriady, Kolaka, Sulawesi Tenggara

Juara 2, mesin peresik kopi, inovator Eko Susilo, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu

Juara 1, alat pencuci lada, inovator Suripto, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung

 

Daftar Pemenang Stan Pameran Terbaik

Juara Harapan 3, Provinsi Riau

Juara Harapan 2, Provinsi Bali

Juara Harapan 1, Provinsi Banten

Juara 3, Provinsi Kalimantan Utara

Juara 2, Provinsi Jawa Tengah

Juara 1, Provinsi Jawa Timur

(ADV)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.