Senin, 30 November 20

Dorong Akselerasi Program PEN, KemenkopUKM Gencar Adakan Pelatihan

Dorong Akselerasi Program PEN, KemenkopUKM Gencar Adakan Pelatihan
* Deputi Bidang Pengembangan SDM, Arif Rahman Hakim, saat menghadiri pelatihan pengembangan SDM di Serang (Foto : Humas)

Serang, Obsessionnews.com – Demi mempercepat penyerapan anggaran di Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM), Deputi Bidang Pengembangan SDM terus menggenjot program pelatihan di berbagai daerah. Selain itu program pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membranding produknya sehingga bisa diminati pasar.

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Arif Rahman Hakim, mengatakan dengan penyerapan anggaran lebih cepat maka diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi nasional (PEN). Secara tidak langsung program pelatihan peningkatan SDM yang dilakukan secara marathon di berbagai daerah di Indonesia ini juga turut memberikan andil dalam pemulihan ekonomi.

“Kedeputian Bidang SDM menjadi salah satu Kedeputian yang menjadi pengungkit realisasi penyerapan anggaran, karena anggaran Kedeputian SDM relatif besar dibandingkan dengan kedeputian lain,” ungkap Arif dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Strategi Penguatan Bisnis Wirausaha dan Wirausaha Bagi Pemuda, di Hotel Jayakarta, Serang, beberapa waktu lalu.

Arif Rahman mengatakan dalam pelaksanaan di lapangan terbukti bahwa, program/kegiatan Kedeputian SDM sangat dirasakan manfaatnya ditengah-tengah masyarakat Koperasi dan UMKM maupun Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Kabupaten/kota. “Karena pada masa pandemi ini koperasi dan UMKM merasa tidak sendirian, pemerintah hadir dalam kepanikan, sehingga banyak testimoni para pelaku koperasi dan UMKM yang memberikan nada positif terhadap Kementerian Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Hal senada juga dirasakan dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Kabupaten dan Kota, dimana mereka sangat merasakan dukungan dan manfaat kegiatan Deputi Bidang Pengembangan SDM, karena sebagian besar anggaran Dinas dihemat untuk penanggulangan covid-19.

Menurutnya, pelatihan di Serang merupakan bagian dari penghujung atau akhir rangkaian road show panjang pelatihan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. “Insya Allah seluruh kegiatan akan tuntas dan selesai bulan Oktober 2020,” sambung Arif.

Dalam kurun waktu selama tahun 2020 pihaknya telah memberikan fasilitasi berupa pelatihan sebanyak 25.829 orang pelaku koperasi dan UMKM secara online ataupun offline. Untuk klasikal sebanyak 10.115 dengan rincian : 1) Pemasyarakatan Kewirausahaan 900 orang; 2) Pelatihan Technopreneur 390 orang; 3) Pelatihan Kewirausahaan 3.165 orang; 4) Pelatihan Kewirausahaan Sosial 300 orang; 5) Pelatihan perkoperasian 1.780 orang; 6) Pelatihan Vocational 1.840 orang; 7) Pelatihan perkoperasian syariah 390 orang; 8) Pelatihan standardisasi dan sertifikasi 1.320 orang; 9) Magang 300 orang

Sedangkan untuk pelatihan secara online (daring) jumlahnya relatif sangat banyak, hingga saat ini sudah mengikuti pelatihan secara online 15.714 orang melalui website edukukm.id.

Deputi Arif Rahman berujar dengan melihat data di atas,Kementerian Koperasi dan UKM pada masa pandemic dapat menyelesaikan seluruh program/kegiatan akhir bulan Oktober.

“Saya sebagai pimpinan mengapresiasi kepada seluruh jajaran Deputi Bidang SDM, karena banyak yang gamang untuk dinas tugas ke daerah pada masa pandemic ini. Namun karena semangat dan kerja ikhlas, dan bertawakkal semuanya dapat diselesaikan tepat waktunya ,”kata Arif.

Arif Rahman Hakim menyampaikan, wirausaha pemuda di masa pandemi covid-19 harus lebih tangguh, dan menjadi wirausaha menjadi pilihan tepat, karena kita tidak dapat lagi mengandalkan perusahaan mempekerjakan kita.

Apalagi menurut data BPS bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020 minus 5,32 persen dibandingkan triwulan II-2019, atau Year on Year (yoy). “Sehingga UMKM harus digarda terdepan sebagai pilar penopang perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Deputi Pengembangan Arif, Rahman mengatakan demi mendukung pelaku UMKM untuk tetap eksis di masa pandemi covid-19, maka Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyalurkan bantuan sebesar 2,4 Juta per UMKM. “Dana ini dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk menambah modal usaha sehingga dapat bertahan dan meningkatkan usahanya,”. Jelasnya.

Selain itu juga terdapat program KUR dengan bunga rendah yang dapat dimanfaatkan sebagai kredit usaha bagi yang terkena PHK dan memiliki usaha rumah tangga.

Menurut Arif ,UMKM yang eksis mampu bertahan dan beradaptasi dengan pandemic new normal adalah UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, sehingga Kementerian Koperasi dan UKM sesuai dengan arahan Menteri, dalam seluruh pelatihan yang diadakan harus memasukkan materi digital marketing, Bela Pengadaan dari LKPP dan Pasar Digital dari Kementerian BUMN. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.