Sabtu, 16 Oktober 21

Donor Plasma Konvalesen Mempercepat Penanganan Covid-19

Donor Plasma Konvalesen Mempercepat Penanganan Covid-19
* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Terapi plasma konvalesen sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 telah terbukti efektif. Banyak di antara pasien Covid-19 yang telah menerima donor plasma konvalesen sembuh bahkan mengalami perkembangan kesehatan yang cukup signifikan.

Melihat fakta tersebut, para pakar dan praktisi bidang kesehatan juga pemerintah terus mendorong pelaksanaan donor plasma konvalesen. Hal itu dimaksudkan agar semakin banyak orang yang sembuh hingga akhirnya mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, sejak dicanangkan donor plasma konvalesen mengalami peningkatan empat kali lipat.

Sementara berdasarkan laporan Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat Linda Lukitari, data PMI Pusat per-9 Februari 2020 mecatat jumlah pemenuhan kebutuhan plasma konvalesen sebanyak 15.738 kantong.

“Donasi plasma konvalesen secara nasional terus meningkat. Saya harap ini bisa menjadi faktor pengubah dan kita bisa menggerakkan semangat donor plasma konvalesen ini agar dapat menjadi faktor pembeda dari proses upaya kita untuk menangani Covid-19, di samping tentu saja vaksin dan 3T,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (11/2/2021).

Ia pun kembali mengajak para penyintas Covid-19 agar mau menjadi pendonor. Sebagaimana diketahui, rata-rata rumah sakit (RS) yang menyelenggarakan donor plasma konvalesen mengaku masih terkendala sulitnya mencari pendonor plasma konvalesen, sementara jumlah pasien yang membutuhkan donor semakin banyak.

dr. Shinta Vera Renata Hutajulu dari RS Mayapada mengungkap yang seringkali menjadi penyebab sulitnya mencari pendonor disebabkan calon pendonor tidak memenuhi kriteria.

“Yang masih jadi pertanyaan juga saat ini yaitu apakah penyintas Covid-19 yang pernah mendapatkan terapi plasma konvalesen bisa menjadi pendonor,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Putu Moda mengungkapkan bahwa pada uji klinik yang dilakukan pada 50 orang pasien di RS dr. Saeful Anwar Malang, orang yang diberikan terapi plasma konvalesen dibandingkan dengan yang diberikan placebo (tidak diberikan) menunjukkan bahwa untuk pasien dengan gejala ringan yang mendapat TPK sembuh100%.

“Yang tidak diberikan jatuh pada level severe dan critical. Namun demikian pemberian TPK terhadap pasien dengan severe dan critical ill masih memberikan efek yang bagus karena TPK selain membunuh virus juga sebagai immunomodulatory,” imbuhnya.

Akan tetapi, sebut Putu, biaya untuk skrining calon pendonor plasma konvalesen mahal sehingga untuk menghemat biaya tidak semua penyintas Covid-19 menjadi donor. Penyintas yang memenuhi untuk menjadi donor tidak lebih dari dari 30%. Syarat agar donor harus ada gejala demam sesak pneumoni sehingga titernya positif titernya sedangkan untuk orang tanpa gejala (OTG) hasil skrining semua negatif.

Berdasarkan hasil studi kasus pada uji klinik terapi plasma konvalesen, hal penting yang perlu diperhatikan dalam terapi plasma konvalesen adalah waktu pemberian, dosis awal, dan kadar titer antibodi dalam plasma konvalesen. Adapun waktu yang paling tepat untuk terapi plasma konvalesen adalah 14 hari pertama sejak gejala timbul atau 72 jam pertama sejak sesak timbul terutama untuk pasien yang masih ada komorbid

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir menyampaikan bahwa Kemenkes telah memberikan bantuan 4 paket alat kesehatan untuk percepatan pelayanan plasma konvalesen yaitu mesin apheresis, refrigerator, centrifuge dan plasma aggresis sudah didistribusikan ke 6 UTD PMI.

“Yitu PMI Pusat, UDD PMI Jakarta, UDD PMI Medan, UDD PMI Bandung, UDD PMI Sulawesi Selatan dan UDD PMI Jayapura dan 49 Rumah Sakit,” ujarnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.