Jumat, 28 Januari 22

Dokter Penggelap Dana RS Divonis Setahun Penjara

Dokter Penggelap Dana RS Divonis Setahun Penjara

Semarang, Obsessionnews – Lina Wati (55), dokter penggelap dana Rp3.25 miliar harus merasakan dinginnya jeruji penjara usai majelis hakim memutuskan vonis satu tahun enam bulan.

Hakim Ketua, Fatchul Bari menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Hal memberatkan, tindakan terdakwa meresahkan masyarakat, sedangkan yang meringankan Lina belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan,” sebutnya, di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (4/8/2015).

Lina terjerat kasus penggelapan dana investasi dengan korban Liem Edy Hartono, seorang pengusaha otomotif.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang, Kurnia mengungkapkan, modus pelaku  menjanjikan investasi untuk membangun rumah sakit di Srondol, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Namun, pembangunan tersebut tidak pernah ada wujud atau realisasinya.

“Vonis terhadap terdakwa dr. Lina Wati lebih ringan dibandingkan tuntutan kami, yakni dua tahun dan enam bulan,” katanya.

Meski begitu, lanjutnya, Lina bukanlah satu-satunya pelaku dalam perkara yang diajukan. Terdapat dua rekan terdakwa yang saat in juga telah diajukan pihak Kejari Semarang untuk diadili.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Lina membujuk korban untuk turut mendanai rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Srondol, Kota Semarang. Dana investasi awal yang disetorkan mencapai Rp 50 juta pada 6 Juni 2011.

Korban Liem percaya dan setuju memberi bantuan dana karena kenal dengan suami terdakwa yang juga seorang dokter. Selang satu jam kemudian, Lina menelepon Liem dan meminta tambahan dana Rp 150 juta dengan alasan investor lain tidak hadir. Dalam sekejap dana yang disetorkan pun membengkak hingga Rp 3,25 miliar.

Sampai akhirnya korban berusaha menagih uang ditangan terdakwa. Saat itu, Liem hanya diberi lembaran cek kosong sebagai syarat jaminan sebesar Rp 150 juta dan Rp 140 juta. Merasa dikerjai, korban akhirnya melapor ke aparat kepolisian. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.