Selasa, 27 Oktober 20

DKPP Paparkan 1.482 Perkara Pelanggaran KEPP ke Komisi II DPR

DKPP Paparkan 1.482 Perkara Pelanggaran KEPP ke Komisi II DPR
* Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad (kanan) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (Foto: Dok DKPP)

Jakarta, Obsessionnews.comDewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memaparkan penanganan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam RDP tersebut, Muhammad memaparkan secara rinci terkait penanganan pelanggaran KEPP sejak DKPP berdiri hingga kini. Per 25 September 2019, DKPP telah menerima 3.685 pengaduan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

“Telah memeriksa 1.482 perkara,” ujar Muhammad dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Jumat (27/9).

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Hasanuddin itu menambahkan, khusus untuk Pemilu 2019, DKPP menerima 475 pengaduan atas dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. “Angka tersebut terdiri dari 339 pengaduan untuk Pemilihan Legislatif (Pileg), 15 pengaduan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan 121 pengaduan untuk kategori lainnya atau Non Tahapan Pemilu,” beber mantan Ketua Bawaslu itu.

Dalam RDP ini, Komisi II DPR RI beri apresiasi kepada Kemendagri, DKPP RI, KPU RI, dan Bawaslu RI atas kinerja dan upaya yang dilakukan terkait pelaksanaan pemilu serentak 2019. Kemudian, Komisi II DPR RI, Kemendagri, DKPP RI, KPU RI, dan Bawaslu RI merekomendasikan untuk melakukan revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 pada prolegnas prioritas 2020.

RDP ini sendiri diadakan dengan agenda pembahasan evaluasi Pemilu 2019 dan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Selain DKPP, Komisi II DPR juga mengundang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta jajaran dari Bawaslu RI dan KPU RI. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.