Selasa, 28 September 21

DKP Yogyakarta Berencana Tingkatkan Konsumsi Ikan di Masyarakat

DKP Yogyakarta Berencana Tingkatkan Konsumsi Ikan di Masyarakat

Yogyakarta, Obsessionnewscom – Untuk meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya meningkatkan penganekaragaman pengolahan hasil laut.

Sosialisasi dan pelatihan pun rencananya semakin digencarkan dengan melibatkan berbagai kelompok usaha makanan, ibu rumah tangga, serta para pembudi daya ikan.

“Selain mendongkrak nilai jual hasil laut khususnya ikan, penganekaragaman dengan berbagai macam olahan bisa meningkatkan minat masyarakat makan ikan,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Kamis (11/5/2017).

Menurut Suwarman, penganekaragaman pengolahan ikan yang bisa dilakukan antara lain dalam bentuk nuget ikan, keripik kulit ikan, presto, serta otak-otak ikan, bukan hanya digoreng atau direbus.

“Kami berharap semakin banyak usaha-usaha baru dengan produksi berbahan ikan atau hasil tangkapan laut lainnya,” ungkapnya.

Suwarman menjelaskan, minat masyarakat mengonsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena omega tiga yang terkandung dalam ikan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan, dan pertumbuhan anak-anak.

Pada 2016, lanjutnya, DKP DIY mencatat bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat mencapai 24 kilogram per kapita per tahun atau meningkat dari konsumsi ikan masyarakat DIY pada 2014 yang masih mencapai 21,15 kilogram per kapita per tahun.

Meski demikian, tingkat konsumsi makan ikan masih jauh tertinggal dari negara lain seperti Jepang yang saat ini telah mencapai 100 kg per kapita per tahun.

“Paling tinggi tingkat konsumsi ikannya sampai sekarang masih wilayah Indonesia Timur seperti Maluku,” kata dia.

Dalam rangka mendukung pencapaian program gemar makan ikan, menurut dia, DKP DIY telah mengimbau kabupaten penghasil ikan seperti Bantul dan Gunung Kidul membangun sentra-sentra pengolahan hasil perikanan.

Dia mengatakan selain masih dipicu produksi ikan tangkap di DIY yang masih rendah, rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY juga disebabkan belum gencarnya kampanye mengenai penganekaragaman pengolahan ikan bagi ibu rumah tangga.

Di wilayah DIY, konsumsi ikan warga Gunungkidul merupakan yang terendah, dimana rata-rata konsumsi ikan masyarakat DIY berada di kisaran 21-22 kg perkapita per tahun. Angka ini bahkan jauh di bawah rata-rata nasional. Saat ini rata-rata konsumsi ikan nasional 45 kg per kapita per tahun, sementara di Gunungkidul presentasenya hanya 20 kg per kapita per tahun. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.