Selasa, 4 Oktober 22

Djadjang Nurdjaman Targetkan Persib Juara Piala Presiden 2015

Djadjang Nurdjaman Targetkan Persib Juara Piala Presiden 2015
* Djadjang Nurjaman.

Jakarta, Obsessionnews –Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) yang didirikan pada 14 Maret 1933 melahirkan sejumlah pemain yang hebat, yakni Aang Witarsa, Omo Suratmo, Robby Drawis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Yana Rodiana, Subangkit, Dede Rosadi, Indra Thohir, Nandar Iskanda, Djadjang Nurdjaman, dan lain sebagainya. (Baca: Persib-Sriwijaya Pasti Di GBK)

Klub yang populer dijuluki Maung Bandung ini memetik sejumlah prestasi cemerlang di berbagai kompetisi tingkat nasional, antara lain juara Perserikatan pada 1937, 1961, 1986, 1990, 1994, dan juara Liga Indonesia 1994-1995. (Baca: Mitra Kukar Sadar Persib Lawan Tangguh)

Sayangnya, setelah menjuarai Liga Indonesia 1994-1995 prestasi klub yang juga dijuluki Pangeran Biru ini merosot drastis. Sepanjang 1995-2013 atau 18 tahun lamanya Persib paceklik gelar. (Baca: Persib Ingin Menang di Waktu Normal)

Kondisi ini membuat bobotoh, sebutan untuk para pendukung Persib, merasa prihatin. Bobotoh ingin Persib berjaya lagi seperti dulu. Harapan itu sempat muncul ketika Djadjang Nurdjaman yang akrab dipanggil Djanur – akronim namanya – direkrut sebagai pelatih Persib pada 2012. Mantan pemain Persib ini sebelumnya melatih Pelita Jaya pada 2009-2010. (Baca: Persib Ingin Menang di Waktu Normal)

Di musim pertamanya menangani Persib, Djadjang gagal mengantarkan klub yang juga dijuluki Pangeran Biru menjadi juara Liga Super Indonesia (LSI) 2012-2013. Djadjang hanya mampu membawa Persib menduduki peringkat empat dari sebelumnya peringkat 8. (Baca: Bobotoh Persib di Subang Minta Kasus PSSI Tuntas)

Tak ayal bobotoh pun menghujaninya dengan hujatan dan menuntut manajemen Persib memecatnya. Namun, manajemen tetap mempertahankan Djadjang. Djadjang mensyukuri kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Persib, dan dia bertekad mempersembahkan gelar juara bagi Persib pada LSI 2013-2014.

Apa yang menjadi obsesinya akhirnya terwujud. Melalui perjuangan yang ekstra keras Persib berhasil memperoleh tiket final LSI 2013-2014. Di partai final Maung Bandung mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 5-3 di di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11/2014) malam WIB.

Suasana hati Djadjang diluputi kegembiraan saat berhasil mengantarkan Persib meraih gelar juara LSI 2013-2014. Bobotoh yang semula mencaci makinya berbalik memujinya. Ia dielu-elukan bak pahlawan.

Tetapi, pujian itu tak membuat Djadjang mabuk kepayang. Ia tetap rendah hati dan memotivasi anak-anak asuhnya agar semakin giat berlatih dan menjaga kekompakan.

Keberhasilan menjuarai LSI 2013-2014 memotivasi semangat Persib dalam mengikuti Piala Presiden 2015. Persib berhasil lolos ke final setelah mengalahkan Mitra Kukar dengan skor agregat 3-2. Di final Maung Bandung akan melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (18/10/2015) malam,

“Target kami adalah juara di Piala Presiden, dan kami optimis bisa menjadi juara,” kata Djadjang.

Suka Sepak Bola Sejak Kecil
Djadjang Nurjaman dilahirkan di Majalengka, Jawa Barat, 30 Oktober 1964. Ia gemar bermain sepak bola sebagai penyerang sejak kecil di kampungnya. Ia mengawali kariernya di PS Sari Bumi Raya Bandung pada 1979-1980, lalu memperkuat PS Sari Bumi Raya Yogyakarta (1980-1982), PS Mercu Buana Medan (1982-1985), dan Persib (1985-1995).

Di Persib karier Djadjang bersinar. Di final gol tunggalnya ke gawang Perseman Manokwari membawa Persib menjadi juara kompetisi Perserikatan 1986.

Djadjang kembali menikmati masa emas bersama Persib ketika Persib menjadi juara Perserikatan musim 1989-1990 setelah mengalahkan Persebaya 2-0.

Setelah pensiun sebagai pemain, Djadjang kemudian beralih profesi sebagai asisten pelatih, dan pelatih. Ia ingin mempersembahkan trofi sebanyak mungkin untuk Persib. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.